HeksaGraf - Sastra Enam Paragraf diciptakan oleh Jisa Afta

HeksaGraf dibentuk dengan menggabungkan dua kata yaitu diambil dari kata "Hexa" (Yunani: enam) dan "graf" (tulisan/paragraf)..

Kekeliruan Kategori Puisi di Sekolah dan Kampus

Di sekolah dan kampus, pelajaran Bahasa Indonesia mengajarkan pada kita semua bahwa Puisi tergolong dalam kategori teks fiksi atau karya fiksi. .

Apa itu DREB?

Dreb diciptakan oleh Jisa Afta, DREB adalah esensi dari sebuah cerita seperti menonton hanya scene paling intens dari sebuah film.

Proses dI balik DREB: PROYEK VANTA-VOID

Gambaran besar Proyek 'Vanta-Void' di dalam pikiran dan imajinasi liar:.

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI | Oleh : Tea Terina

Membaca judulnya memang menimbulkan penafsiran yaitu bangga memiliki buku puisi karya sendiri.

Namaku Terlukis Untukmu. Silahkan klik gambar di bawah untuk detail ilustrasi


NAMAKU TERLUKIS UNTUKMU
Cerpen 6 : NURUL AZIZAH

11 April 2015

    Diperjalanan pulang aku teringat kejadian tadi di kampusku.

Seseorang beradu mulut dengan dosennya karena berbeda pendapat dalam sebuah pertanyaan yang begitu mudah menjadi begitu rumit dalam sebuah  topik diskusi.

 Dosennya kewalahan menjawabnya karena dia sesorang mahasiswa yang begitu cerdas dari teman-teman sekampusnya termaksud aku yang tergolong sebaliknya hanya bisa terpana  ,kagum melihat kecerdasannya.

 Suaranya begitu merdu disaat membaca ayat-ayat suci al-quran . hatiku begitu sejuk mendengarnya bagai terasa melayang diriku

 ‘’Wah..  hebat ya dia"  kataku mengingat-ngingat kejadian itu.

 ‘’iya hebat" jawab seseorang yang tiba-tiba berada disampingku.

 Aku terkejut menoleh ke arahnya,
dia tersenyum padaku

 ‘’Eeh...  sejak kapan kamu disini ?" tanyaku kaget melihatnya.

" sejak tadi rah"  jawabnya pendek sambil mengarah pandangannya kejalanan yang penuh kendaraan.

 ‘’Sejak tadi gimana maksudmu?aku saja sendirian sejak tadi mah’? " tanyaku tak percaya..

’’Ya.. Sedang asyik sendirian melamun ditengah jalan,..  mana kamu sadar aku sudah sejak tadi disini, kayaknya kamu sedang mikir aku ya rah,hebat kan?" hahahahaha…" jawabnya tertawa pontan.

 wajahku jadi memerah mendengarnya

 ‘’ yeeee siapa yang memikir kamu  fir,jangan GEEER " kataku berusaha menyembunyikan rasa maluku

’’kok dia bisa tahu sih..? " kataku dalam hatiku.

’’hahahahaaaaaa jujur sajalah rahma’’ katanya terus terang…

‘’yeee Geer kamu firdaus, jangan sombong loh?"  kataku sewot.

‘’siapa yang sombong rahma tapi tebakkan ku benarkan,,? hahahaahaaa jawabnya  tertawa..

’’ huuuuu Geer mah..  eeh... ngomong-ngomong tumben kamu pulang berjalan kaki fir, mana motormu ?" tanyaku teringat

. ‘’motorku dipakai ayah rah " jawabnya pendek. 

"Oohw, gak segan tuh,? Biasanya cowok gak rela berjalan kaki’’ kataku polos.

’"  Hahahahaaa siapa bilang begitu rah,gak juga tuh?" tanyanya tertawa lagi.

’Ya kebanyakkan begitu’’ jawabku lugu. 

‘’Ohw ,kebanyakkan ya,hahahahaaa"  katanya tertawa berderai.

’’ Yee. Kok kamu dari tadi tertawa melulu sih fir,nter kemasukkan loh?kataku mulai kesal

.’’hahahahaaaaa, biarin ,habis kamu lucu nian rah hahahaaaaa.... aduhh sakit perutku rah ’’ katanya sambil memegang perutnya.

‘’ itulah rasain, tertawa melulu saja kataku  sewot.

‘’hahaha yolah" katanya.. tertawanya mulai reda.

Tiba-tiba seseorang bersepeda motor berhenti didepan kami  menyapa’

’ hai, fir, rah,,   fir, ayo naik fir, ada urusan mendadak nih dikampus, kamu harus hadir fir’" ajak seseorang itu yang ternyata teman firdaus.

" Ohw,urusan apa don? Aku mau pulang dulu?tanya firdaus.

‘’Belum tahu fir,pokoknya kamu harus hadir fir , teman-teman yang menyuruh aku menjemputmu,untung kamu masih disini"  jawab dono memaksa firdaus naik ke motornya,.

‘’ ohw yolah,..  rahma aku duluan yaa, sorry gak jadi bareng.. hahaaa " katanya pamit yang masih tertawa padaku   sambil menaiki motor dono..

 ‘’ yeee siapa bilang mau jalan bareng denganmu’’jawabku yang masih kesal campur bingung.

‘’rah kami duluan yaa,maaf teman bareng mu ku bawa mendadak hehe"  kata dono ikut pula menggoda ku  meninggalkanku yang masih kebingungan tanpa menjawab sepatah kata  sambil melanjutkan  langkah perjalananku menuju rumahku yang terasa masih jauh setelah mereka  menghilang dihadapan mataku .

Begitu tiba dirumah aku langsung merebahkan badanku diatas kasur

’’ huufff, capek bangat hari ini, napa terasa amat jauh ku berjalan,biasanya gak sejauh ini?"  tanyaku pada diriku sendiri yang masih bingung.

Ibuku lewat didepan pintu kamarku yang masih terbuka menegurku

’’eeh udah pulang rah,?kapan tiba?tanya ibuku.

’’baru saja tiba  ma, nih lihatlah bajuku aja lum ganti karena capek bangat ma’’, jawabku polos.

"Ohw yolah..  nter setelah ganti baju langsung makan ya. Nter sakit magh lagi kalau gak makan " kata ibuku tersenyum mengingatkan.

‘’Okeee...  maaa"  kataku mengangkat jempolku ibuku tersenyum lalu   menutupkan pintu kamarku,aku menatap langit-langit kamarku, aku jadi teringat perjalanan pulang tadi,

’’aneh ya,..  tumben dia berjalan bareng denganku walau hanya separuh perjalanan,apa itu kebetulan ya?

hmm ternyata dia humor juga orangnya, tak ku sangka dia yang dikagumi banyak orang, cerdas, tampan pula tiba-tiba berada disamping orang yang  sebaliknya alias bodoh sepertiku tanpa disadari pula,
cantikkah aku?
ah gak juga tuh lumayan aja kale,
apalagi aku ketahuan memikirkannya?ohw.  kok bisa yaaa.?
Ah.. biasalah semua orang pasti  juga begitu padanya tentu tahulah dia tapii bagiku napa  bagai mimpi aja ya hari ini’? ’hahahaaa napa ya?"  tanyaku pada diriku sendiri..
,tertawa sendiri seperti tak percaya  yang aku lewati hari ini

.
Esok harinya, dikampus

 ‘’hai rah, gimana tugasmu ?pa udah selesai?"  Tanya temanku menghampiku.

 ‘’ aduh, belum nur,sulit bangat tugasnya,kepalaku rasa pecah nih,pusing memikirnya kalau kamu gimana nur?udah selesai ya?" tanyaku ngeluh.

’’ Belum juga rah tapi kita harus secepatnya menyelesaikannya kerena kita harus wisuda tahun ini juga"  jawab temanku mengingatkan,.

’’yaaa nur, aku juga berharap begitu ,moga aja ya kita bisa menyelesaikannya secepatnya ,aamiin kataku berdoa.

’’ya rah, Aamiin, eeh ngomong-ngomong kamu kemarin jalan bareng  dengan firdaus ya, hemhem tumben tuh?"  Tanya temanku teringat sambil mendorong-dorong bahuku dengan bahunya.

 Pipiku jadi merah mendengarnya

’’yeee siapa bilang gak kok "kataku tersenyum malu menunduk.

’’ngaku  ajalah rah,aku yang  lihat dengan mata kepalaku sendiri, kalian terlihat akrab bangat ciieee kayak.lagi asmara nih " kata temanku mengerdip matanya mengodaku.

’’ah apaan sih nur?sumpah itu Cuma kebetulan aja kok,gak ada apa-apa"  kataku sewot.

‘’kebetulan pa kebetulan tapi hatimu senang kan walau gak mo ngaku,wah betapa bahagianya tu beruntung andai bisa memilikinya ooohw duhaaiii,hahahaha?" kata temanku yang makin menggodaku.’

’kok kamu makin ngawur sih,nur?ngapain bahas yang gak penting tu?’lebih baik bahas tugas kita dong"   kataku jengkel.

’’yeee marah nih ,tumben kamu jadi rajin, rah,,apa karena dia yaaa.supaya nter bisa gitu loh ya..hahaha"  kata nuri yang tak peduli perubahan wajahku.

’’ah terserah kamulah nur kalau gak percaya ya udah kataku kesal .

‘yee kamu  marah ya rah,kok gitu aj marah?" tanya nuri pura-pura sedih.

’’ya habis kamu tu masa' menghubung-hubungi tugasku dengan dia sih, nur?bukannya kamu yang bilang kita  harus wisuda tahun ini jadi gak ada hubunganya dengan dia dong " kataku menerangkan.

’’ Ya aku Cuma canda kok rah, habis bosan kalau mikir tugas melulu " kata nuri ngaku.

‘’ya udah, yuk kita masuk,tu dosen udah datang "kataku mengajak.

 Kami pun masuk disitu sudah terlihat firdaus ngobrol dengan teman-temannya.

Aku menjadi gugup karena kami baru saja mengbahas tentangnya .nuri tersenyum-senyum melihatku.’

’itu dia rah.. " kata nuri berbisik seperti mau mulai lagi.

‘’ah,udahlah nur?jangan bahas lagi dong,nter ketahuan,aku bisa malu"  kataku menepuk bahunya.

’’hehehee’,maaf’ kata nuri tertawa pelan.
Begitu seminggu  menjelang wisuda ‘’alhamdulillah akhirnya selesai juga.,tinggal wisuda lagii..

horeeeee...... " kataku berlonjak-lonjak sendirian tak menghiraukan orang-orang yang pada melihatku termaksud nuri yang sudah mengejarku sejak tadi,tak ku dengar teriakkanya karena terlampau senang, tiba-tiba  aku menabrak firdaus yang sedang menuju pakir motornya

’’ eh,maaf gak sengaja"  kataku menunduk yang belum tahu siapa yang aku tabrak.

’’gak apa-apa rah,hati-hati dong jalannya,jangan melamun dijalan,apa sedang mikir aku lagi yaa.,hehe " kata firdaus bercanda.’

’kok suara firdaus"  kataku dalam hati.
Begitu ku melihatnya

’’eeh kamu  fir?" tanyaku kaget.

’’iya aku,siapa lagi hehe " jawabnya tersenyum.’

'’ohw maaf, aku tak sengaja menabrakmu fir " kataku bersalah,

’’ohw gak apa-apa rah,lain kali hati –hati, jangan melamun dijalan " kata firdaus mengingatkan.

’’siapa yang melamun,aku gak melamun kok"  kataku tak terima.

’’hoi rah,kok kamu tinggali aku sih?dari tadi aku memanggilmu napa gak menoleh sedikit pun ?" tanya nur ngos-nngosan karena kelelahan sudah berada disampingku.

’’kan benar tuh temannnya aja diabaikan'’ firdaus yang menjawab

"eh ada firdaus,ketemu lagi nih " kata nuri berbisik .

’’ eeh apaan sih,?maaf aku  nur,aku gak tahu kamu memanggilku tadi karena aku terlampau senang"  kataku polos.

’’ciiee senang apa nih?senang bertemu ya hemhem?" kata nuri mulai  lagi menggodaku.

Firdaus yang mendengar hanya tersenyum melihatku.

 Aku jadi malu.

"’aduuh! nur,kamu ini ngawur aja terus,.. kamu juga fir jangan salah paham loh,jangan percaya omongan temanku ini
,aku lagi  senang karena sebentar lagi kita wisuda gitu,ngerti,?jangan asal dugaa aja’’kataku panjang lebar dengan nada ketus.

.’’ooohww gituu"  jawab mereka serempak. Lalu

 ‘’yolah,maaf juga aku ya rah ,moga wisuda kita lancar semua ‘’kata firdaus berdoa.

’aamiin. " jawab kami serempak

’’tersenyum dong rah. ,jangan cemburut gitu dong,malu sama tu …?" kata nuri sambil menunjuk firdaus yang masih tersenyum melihatku.

‘"Yee..  ngapain malu kamu bikin aku kesal nur.. eeh fir ngapain kamu senyum-senyum gitu?" kataku sewot.

’’ Eeh rah kok kamu bentak-bentak gitu sih rah,malu dong’’ kata nuri sambil mencubit pinggangku.

 ‘’adduh, ngapain kamu nur,kok aku dicubit sih?tanyaku sambil mengusap-usap pinggangku karena sakit.

.’’hmm ya udah...  ,aku pamit dulu ya rah, nur aku duluan" kata firdaus meninggalkanku yang terbengong,nuri mengangguk kencang.

Sekali lagi firdaus menatapku tersenyum mengangguk lalu menghilang dengan lajuu motornya.

aku terpaku tanpa menjawab sepatah kata maupun mengangguk.
nuri yang menyadari hal itu tertawa berderai’

"’hahahahaaaaaaa hoii rah, ngapain bengong begitu,?itulah bentak-bentak melulu pergi dia tuh.
,haaha  kayaknya dia juga suka kamu rah,yuk kita pulang?
lain kali kamu jangan bentak-bentak gitu lagi ya gak baik loh"  kata nuri menggodaku lagi sambil menyarankan ,mengajakku mulai berjalan,memegang tangaku lalu tersenyum.

Aku hanya tersenyum hampa mulai melangkah,kakiku terasa berat , hatikku merasa bersalah,semua terasa bercampur aduk, perasaan ganjil timbul dihatiku.

" Ada apa ini?napa aku kehilangan daya?napa lidah ku jadi keluh?
napa aku?
apa kata nuri itu benar?
apa benar itu ?" tanyaku dalam hati menoleh ke nuri yang terlihat senang disampingku sambil melantunkan sebuah lagu yang terasa diarahkan kepadaku lalu tersenyum melihatku.

Waktu wisuda pun tiba,sebelum berangkat aku menatap diriku dicermin ‘
'’Aduh..  bahagianya yaa? orang sebodoh aku akhirnya bisa wisuda,.. hehe ternyata aku cantik juga ya.hahaha"  kataku pada diriku sendiri dicermin karena baru kali ini berdandan cantik oleh ibuku.
sebab selama ini aku hanya memakai sekedar bedak saja.

’'rah,aayo rah berangkat,nter terlambat’’ kata ibuku memanggil ku.

’’ Iyaaa maa ,tunggu sebentar teriakku.’’sudah siap kan? okee,ayo berangkat"  kataku semangat pada diriku sendiri yang masih dihadapan cermin.

Aku pun keluar terlihat ibu dan ayahku menunggu tersenyum melihatku karena aku satu-satunya anak tunggal mereka

’’Wah ..  cantik sekali anak mama hari ini "kata ibuku memuji.

"Ah,.. masa' sih maa" kataku tersipu malu.’

’ Iya rah ,kamu cantik rah, pas seperti mamamu dulu " kata ayahku ikut memuji.

‘’ciee papaa,..  mama jadi malu tuh pa,hehe " kataku melihat pipi ibuku memerah.

"’ Ayo,berangkat nter terlambat " kata ibuku memotong mengabaikan gurauan.
ayahkku tersenyum melihatnya.

kami pun berangkat dengan naik angkot karena naik motor bertiga tak mungkin.

 Begitu tiba ditempat acaranya,terlihat begitu ramai,aku jadi gugup karena teringat sesuatu. ,ibuku melihat kegugupanku

’’kenapa rah kok gugup begitu ?" Tanya ibuku.’

"’gak napa-napa kok ma" jawabku  pendek.

‘’oh yolah.. gak usah gugup begitu rah,nter bisa berantakkan, tenangkan saja dirimu"  kata ibuku mengingatkan.

’’iya maa’’ kataku mengangguk.

 Acara pun  dimulai dalam berbagai susunan, diawali dengan membaca al-quran ternyata firdaus yang tampil dan sampai akhir acara . begitu selesai kami saling mengucapkan selamat,nilai ip ku lumayan baik.

Nuri menyapaku 

‘’hai rah,..  selamat ya rah " ucap nuri memelukku.

’’iya nur,kamu juga selamat ya " kataku senang.

‘’maa...  paa..  ini temanku nuri’’ kataku memperkenalan nuri ke orangtuaku.

Begitu juga nuri semua saling bersalaman.

Tiba–tiba firdaus menghampiriku bersama orangtuanya’

"’  hai rah, selamat ya"  kata firdaus menjabat tangaku.

‘’Ya,..   makasih,selamat juga buat kamu fir"  kataku mengangguk gugup.

’’ Eeh,..  bukannya ini yang mengaji tadi ya. ,Wah ...  suaramu merdu sekali nak,bikin ibu menangis loh..  
oh... ya.. ini ibunya rahma, ini bapaknya rahma" kata ibuku memujinya sambil memperkenalkan diri.

‘makasih.. buk,pak"  kata firdaus sopan menyalami orangtuaku.

’’ibu ini dia bu?,kata firdaus ke orangtuanya menunjuk kearahku.

.aku yang mendengar serunya menoleh’ dia siapa maksudnya?" Tanyaku dalam hati bercampur penasaran.

Ibu firdaus nampak sedang berpikir seperti kenal dengan orangtuaku

 ‘’eh bukannya kamu fitri kan?dan suamimu ini hamdan kan?" tanya ibu firdaus mengingat-ngingat.

Ayahku menoleh ke ibu firdaus.

" Iya ohw..‘kamuu, kamu lola  kan?
ya  Allah..   ini lola maaa, teman kita dulu maa,pa kabar nih lola?
. mana tomi suamimu?" Tanya ayahku girang.

Sedang ibuku masih kebingungan mencoba mengingat-ngingat.

"’saya sini ham’?’" jawab ayah firdaus langsung memeluk ayahku tersenyum hangat.’

"’Apa kabar kawan sungguh lama kita tak berjumpa?tanya ayah firdaus hangat.

’’Alhamdulillah ..  baik tom,kau sendiri apa kabar?jadi ini anakmu ya... pantasan mirip dengan bapaknya ya..hahahahaaa"  jawab ayahku tertawa senang.

'’ooohw, lola,.. mah, _  aku baru ingat,
aduuuh pa kabar nih lola?udah lama kita tak bertemu bikin aku lupa lola . aduh....  udah pada berubah kamu lola’’ kata ibuku teringat  melonjak girang memeluk ibu firdaus.

Kami pada kaget melihat reaksi ibuku. Aku, firdaus saling pandang tersenyum melihat reaksi orangtua kami terlihat seperti anak remaja lagi,

‘’wah...  kayaknya orangtua kita saling kenal mah rah? "bisik firdaus kepadaku, aku hanya mengangguk tersenyum melihat reaksi ibuku  berjumpa dengan teman lamanya seperti kembali ke masa mudanya.

"Yee masa' kamu lupa sama aku fit ,kamu makin cantik aja fit.hahahahaaaa"  kata ibu firdaus bercanda.

‘’ah .!   masak sih lola..  sudah tua masih dibilang cantik
hahahaa, jadi ini anakmu ya..
wah.. Beruntung tuh mirip dengan suamimu lola,...  merdu sekali suaranya mengaji mah., hatiku jadi terhanyut"  kata ibuku memuji firdaus.

 ‘’ Alhamdulillah..  fit,ternyata Allah masih menakdirkan kita bertemu lagi bersama anak kita..
aku tak menyangka anakku selalu menceritakan tentang rahma yang ternyata anakmu fit.. mungkin inilah takdir buat anak kita fit’’ kata ibu firdaus tersenyum padaku.

Aku jadi kaget

’’ohw ternyata selama ini kamu menceritakan tentang aku kepada ibumu,..  buat apa?" kataku dalam hati.  Ku tatap terlihat firdaus tersenyum malu disampingku.

"’ohw, maksudmu apa dengan anak kita ?" tanya ibuku masih tak paham.’

"anakku ingin melamar anakmu hari ini fit,.  dia sudah mengatur  semuanya dengan baik sebelum wisudanya, apa engkau merestui anakku dengan anakmu, fit, ham!? "Tanya ibu firdaus penuh harap ke orangtuaku.

’"ohw...  melamarku?  " kataku kaget.

firdaus menoleh

 ‘’iya rah,..  maukah kamu jadi pendampingku?" tanya f irdaus penuh harap.

’’ Apa? Apa kamu sedang bermimpi nih firr ?kita kan baru saja wisuda fir,masak kamu,kamu?? ?pa kamu gak salah memilihku tuh fir ?" tanyaku tak percaya.

‘’Gak salah rah..  aku tahu semua ini diluar duga tapi aku sedang tidak bermimpi,. 
ini nyata rah,..  niatku udah yakin rah, NAMAKU TERLUKIS UNTUKMU rah,yakinlah?maukah kamu menjadi pendamping hidupku rah?" Tanya firdaus penuh harap dan wibawa tanpa ragu sambil mengeluarkan sebuah cincin  bermata mutiara yang indah.

Aku menjadi gugup,masih tak percaya apa yang aku lihat saat ini, perasaan hatiku terasa campur aduk,
 ku tatap orangtuaku, mereka nampak mengangguk tanda setuju,orangtua firdaus nampak tersenyum,

 sedang nuri sudah melonjak-lonjak girang

’’ayo terimaa rah,terima " sorak nuri membuat orang-orang sekitar kami pada melihat mendengar sorakkan nuri,

aku jadi makin gelisah,gugup campur malu.

‘’hmm insyaallah,..   akuu,..  akuu..  , aku mau fir ‘’jawabku mengangguk terbata-bata..

’’Alhamdulillah ‘’ucap orangtua kami serempak.

 Firdaus langsung bersujud syukur

’’Alhamdulillah...  makasih ya Allah" ucap firdaus lirih

Lalu firdaus memasangkan cincin ke tanganku yang  bergetar karena begitu gugup.

 Orang-orang sekitar pada bertepuk tangan,, orangtuaku dengan orangtua firdaus nampak bahagia. Nuri langsung memelukku erat,’

’selamat lagi ya rah..  ,apa yang aku katakan benar kan?hahahaaaaa aku begitu bahagia melihatmu rah,
 oohw akhirnya termiliki juga sang pujaan hatimu duhaaaii aku bahagiaa..hahahaaaa " kata nuri tertawa  mulai lagi menggodaku ,

aku menepuk bahunya , tak terasa air mataku mengalir

"’makasih nur..  aaku.., aku juga bahagiia" kataku tersedu-sedu dalam pelukan nuri,.

Firdaus nampak memeluk orangtuanya juga orangtuaku.
’’Terima kasih buk, pak telah merestui kami "kata firdaus  terharu bahagia. Orangtuaku mengangguk senyum.

‘TAMAT
14 April 2015’

Mutiara Kata. Klik gambar di bawah untuk jelas ilustrasi

MUTIARA KATA

Cerpen4 : NURUL AZIZAH

6 April 2015


Suatu hari diruang yang gelap seseorang merangkai kata-kata hatinya, yang dia rangkai itu tak begitu dipahami oleh orang disekitarnya.

Jalan ku berjalan …
Ku tujui arah itu….
Ku ikuti terus dan terus….
Dikala itu aku berhenti..

Tiba-tiba pintunya diketuk oleh seseorang membuat dirinya berhenti

 ‘’Kakk ! buka pintu kak,?*teriakkan seseorang itu ternyata adiknya.

 ‘’Yaa tunggu sebentar?’’ Jawabnya bangkit berjalan ke arah pintu,

’’Ada apa dik?ganggu aja kamu,?tanyanya datar setelah pintu dibuka.

‘’Gelap kak,takut aku sendirian kak,aku tidur dengan kakak ya,bolehkan,??" jawab adiknya memelas

. ‘’Ah masuklah,! " katanya  mempersilakan adiknya masuk.

’’Horee !! makasih kak,hari gemuruh bangat  kak, petir menyambar terus bikin aku takut jadinya kak apalagi lampu mati,  aku jadi merinding kak’’ sanggah adiknya panjang lebar dengan nada polos.

 ‘’Ya sama-sama dik, cepatlah tidur sana.’’ katanya menyuruh adiknya segera tidur.

’’ya kak. " kata adiknya pendek berjalan kearah kasurnya. Lalu langsung tertidur .

.’’Aduh.,..  cepat bangat tertidur dirimu dik’’ katanya dalam hati sambil tersenyum melihat adiknya sudah terlelap.

Sedang dirinya masih belum juga bisa tertidur. Dia kembali merangkai kata-katanya.

Malam yang guruh…
Petir sahut menyahut seperti sedang bercerita..

Aku mendengarnya tapi aku tak tahu apa yang  sedang diceritakannya….
Karena yang aku pikir ingin segera tertidur
Aku ingin bertemu dikala itu dialam  mimpiku…
Tertidurlah….. tertidurlah… tertidurlah…..
Buaikanlah aku untuk bertemu dengannya..
Terpejamlah  wahai mata…

Esok paginya
’’Kak aku  pergi sekolah dulu ya?’’tanya adiknya pamit untuk  berangkat sekolah.

’’ya dik, hati-hati dijalan ya’’ jawabnya.
 ‘’Ya kak, Assalamu’alaikum".  ucap adiknya.

 ‘’Wa’alaikum salam " jawabnya sambil menatap adiknya  yang makin menjauh dan menghilang.

Berjalan terus berjalan…
Melangkah terus melangkah..

Makin menjauh dari pandanganku..

Akhirnya menghilang tak tentu arah..,
Liku itu seperti lurus namun napa tak tercapai juga…

Siapakah yang mampu memahami aku…
Aku tinggallah seorang diri...

Hanya sunyi- sunyi yang selalu ada untukku….
Yang selalu menemaniku setiap waktu..

Terima kasih sunyiku…..
kau adalah teman sejati hidupku…

Engkau kekasih hatiku dalam sepi…

Dalam rindu yang aku pendamkan…

Peluklah aku sesuka hatimu…

Jangan kau lepaskah dikala aku ingin lari darimu…

Sunyii…
Oohw sunyi...

Disaat menutup pintu rumahnya seseorang menyapa tiba-tiba,

 ‘’Hai pagi mirna, tunggu ! jangan tutup dulu? " sahut seseorang itu, membuatnya terhenti dlihatnya dibalik pintu.

.
‘’ada apa dif? " Tanyanya langsung yang ternyata difto temannya dulu

.’’ Yeee kok nanyanya gitu sih mir?"gak disuruh silakan masuk dulu kek malah dicueki. "  kata difto sewot

.’’Ah...  banyak alasan kamu mah dif..! yolah silakan masuk ah..!,ada apa?aku lagi malas nih ah! ? " Tanyanya dingin
.

"Gak ada apa-apa kok Cuma pingin bertemu kamu aja mir hehehe,boleh kan? " Tanya  difto tersenyum,

’’Kalau gak ada apa-apa, pulanglah  sana?kan udah bertemu nih?" jawabnya menyuruh difto keluar lagi

.’’ Ee…..  kok  kamu malah ngusir aku sih mir, duduk aja belum masa langsung diusir, kasih minum dulu dong,?" kata difto bingung melihat sikap sahabatnya yang makin berubah sambil sedikit bercanda.

’’ Yee mang kamu siapa?" tanyanya nyindir.

’’tamu mu lah, siapa lagi?kasih dulu dong minumnya,! capek loh jalan ke rumahmu, kata difto bercanda.

’’ Yee tamu apaanya kayak gini? memaksa melulu, ya. Udah deh,,! katanya kesal mengalah menuju ke dapur.

 ‘’gitu dong,, tu baru namanya….? Haha kata difto senang merasa berhasil.
‘ini ah minumnya setelah itu pulang ya?tanyanya kasar setelah meletakkan segelas teh untuk difto.

 ‘’Yeeee kok kamu gitu sih sama aku  mir?,gak senang ya aku datang ke rumahmu ya?tanya difto dengan nada agak sedih

.’’Bukan gak senang dif, aku lagi malas ah,..!ngerti dong…?" jawabnya kasar.

’’ Malas napa mir? nter benar jadi pemalas loh.. " kata difto mencoba tetap bercanda

’’ Mang siapa bilang yang rajin ah,?mang kamu rajin ya?tanyanya sewot.

 ‘’Iya dong,?? kan aku rajin mengunjungin kamu heheeheee " jawab difto bercanda padahal gak juga tuh.

’’ Yeee baru beberapa hari dibilang rajin,rajin apaanya,?dimana letak rajinnya?mang sekolah apa?" Tanyanya nyidir.

’’ Iyalah dong kan itu ituu letaknya dihati ku untukmu.. hahahaaa" jawab difto tertawa.

’’Maksudmu apaan ?" tanyanya agak marah.

   ’’Yee kok gitu aja marah sih mir? jangan marah dong,aku Cuma bercanda kok"  jawab difto kicut melihatt wajahnya menghentikan tawanya

’’ huffff!...!yolah’’ jawabnya lemah.

 ‘’Yaa udah,. aku pulang dulu, kapan-kapan aku datang lagi ya..?"  kata difto pamit.

"Ah gitu dong,..! ayo pulang –pulang" jawabnya semangat.

’’Yee kok kamu malah senang aku pulang sih mir?" tanya difto terhenti dengan wajah murung.

‘’Kan katamu pulang,.. tentu jawabnya begitu,napa kamu jadi murung sih?" tanyanya dingin pura-pura polos.

 ‘‘Ya udah  deh..! aku pulang dulu ya…?kapan –kapan aku kesini lagi yaa,? Assalamu’alakum ucap difto tersenyum beranjak pergi.

‘’Wa’alaikumsalam. " jawabnya pendek.

 Melihat difto yang terus melambai tangan ke arahnya sampai menghilang hatinya menjadi sangat bersalah. Perasaan menyesal timbul dihatinya.

Ada apa denganmu…..?
Maaf kan aku atas sikapku…

Aku sengaja berbuat begitu padamu agar kau menjauhiku..

Tapi mengapa kau tak pernah menyerah….

Kau malah makin bertahan tuk bisa bersamaku…
Napa ?

Apa yang kau inginkan dariku?
Aku bukan apa-apa bagimu…
Aku sudah letih semua ini…

Tak bisakah kau mengerti…
Sampai kapan kau bertahan…

Wahaaiiii…

Kau selalu hadir dimimpiiku
Tapi aku tak tahu bagaimana ku mengungkapkannya..

Aku lelah…

Aku lelah dengan rasaku…

Maka karena itu aku berubah atas sikapku ini padamu….

Maafkan aku..

Maafkkan akuu…

Diperjalanan difto selalu memikirkan mirna , difto tahu maksud semua sikap mirna  ,mirna tak mampu mengungkapkan hatinya padanya karena dia dulu sahabat dekatnya sejak dibangku sekolah dasar. Hatinya berubah diwaktu saat  perpisahan akhir sekolah menengah.

Disaat itulah sikap mirna berubah padanya  sampai saat ini setelah terlewat beberapa tahun, pertemuan itu terjadi kembali ketika dia sedang bekerja disebuah toko, mirna sedang belanja bersama adiknya.

Dan  disitulah awalnya difto mulai mengunjungin rumah mirna bila ada waktu luang atau libur walau dia disambut dingin oleh mirna, kadang mengusirnya.

Difto tersenyum membayanginnya, karena kebanyakkan mirna mengalah disaat dia memaksa untuk bertemu walau hanya beberapa menit.

Yang penting Hatinya sudah puas.

Di rumah  difto menulis dikertasnya secarik sajak:

Wahai kekasihku ….
Aku tahu maksud sikapmu yang berubah,…
Aku tahu apa yang tersimpan dihatimu…
Aku tahu kau berubah agar aku menjauhimu…

Wahaii….  Tahukah kau …
Aku tak akan pernah menjauh darimu…
Sekasar apapun kata-katamu…

Sesakit apapun kau melukaiku….
Aku tak akan pernah pergi darimu..
Aku akan terus mengejarmu sampai kapanpun…

Karena dihatiku juga mengharapkan kau jadi milikku…

Wahaiii….
 Aku yakin kau jadi milikku..

Walau kau tak mau  mengungkapkannya padaku

Biarlah aku yang mengungkapkannya padamu dalam janji suci…

Karena kaulah cinta sejatiku…
Karena kaulah mutiara hatiku yang selalu hadir dalam mimpiku..

Dan aku yakin kaulah yang akan  menjadi bidadariku disurga nanti…

Aku selalu berdoa agar kau jadi miliku..
Dalam setiap sujudku aku tak kan  pernah lelah berharap…

Karena cintaku sudah terlanjur padamu dan hanya untukmu..

Moga Allah menakdirkan aku untukmu…
Aamiin ya rabbal’alamin…

TAMAT
8  April 2015

Kisah Indah Karya Tea Terina. Silahkan klik gambar-gambar di bawah ini untuk lihat komentar grup

Cerbung

CINTAKU SEWANGI AROMA TERAPY

Proposal yang Tertolak (1)

Malam ini Dira tidak bisa tidur.Dalam pikirannya selalu muncul sosok laki- laki yang selalu mengisi hatinya selama 7 bulan ini.


Pria itu Jerry, rekan kerjanya di Colour Advertising. Berada dalam divisi yang sama membuat pertemuan mereka kian intens. Di tim kreatif nama Jerry sudah terkenal dan dipercaya karena konsep disainnya selalu disetujui oleh konsumen sehingga tak jarang bonus selalu mengalir.
Namun saat perusahaannya mendapat order pembuatan video iklan minyak wangi aroma terapi, Jerry harus menguras pikirannya karena 3 konsep yang ia tulis di proposal tidak disetujui oleh Psk Rudy ,si pemesan.

GAMBAR 1 : KOMENTAR GRUP FACEBOOK JISA AFTA



GAMBAR 2 : KOMENTAR GRUP FACEBOOK JISA AFTA




"Itu terlalu kuno, Mas.Sudah terlalu umum.Wanita cantik berjalan, tersenyum, menebar aroma wangi .Itu sudah biasa."

"Tapi ini dengan setting berbeda Pak ! wanita itu melepas burung merpati di keramaian lalu ada pemuda menangkap merpati putih dan diberikan ke wanita itu." kata Jerry berusaha meyakinkan pria botak itu.

" Mas Jerry2, ini sudah terlalu umum.Aku beri waktu 4 hari.Jika tidak sesuai aku kan cari perusahaan lain."
Dira yang berada di samping Jerry melihat wajah keputusasaan.Proposal yang ia buat selama 7 hari diremasnya.

" Ia sama sekali tak menghargai karyaku.Maunya bagaimana orang ini!"
" Sabar KakKak Jerry, mari kita pikirkan bersama." kata Dira dengan penuh empati.

Berjam- jam Jerry dan Dira menghabiskan waktu menjelajah situs situs internet untuk menemukan contoh iklan minyak wangi.

Pak Landi pelayan yang biasanya pulangpulang paling akhir menyuguhkan 2 cangkir kopi.

" Mas Jerry, Mbak Dira kalau nglembur jangan diforsir." kata Pak Landi
"Terima kasih, Pak."kata Dira dengan wajah yang sudah agak ngantuk.
" Sekalian aku pamit pulang ya Mas. Isteri saya sendirian di rumah."
" Iya, Pak Landi, sebentar lagi kami pulang juga." kata Dira sambil melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 8 malam.

Dira berharap Jerry dapat melanjutkan esok harinya, tetapi sampai jam setengah 9, ia belum selesai juga.

Hey, aku kini hanya berdua dengan Jerry, katanya dalam hati. Pikirannya agak cemas.

Selama 8 bulan bekerja di sini baru kali ini ia bekerja sampai malam.
Kopi di meja tak diminum oleh jerry.Ia masih larut dalam pencarian. Tanpa mempedulikan Jerry, Dira langsung menghabiskan kopinya.

" Kak Jerry, ini bisa kan diteruskan besok?"
Pria itu tak mempedulikan.
Dira yang sudah mengantuk, lalu mengambil jaketnya.

" Kak, aku pulang dulu."
" Tunggu!!." kata Jerry sambil memegang tangan Dira sementara tangan kananJerry masih fokus pada keyboard laptop.

Hati Dira berdegup!
Tak biasanya ia seperti ini. Jangan lakukan itu, Jery, kata Dira dalam hati .
Ia ingin melepaskan tapi tangan Jerry terlalu kuat.

* bersambung *

Puisi Lama

TANPA JUDUL

Puisiku tanpa judul ..
Ia mengalir  bebas bagai air kemana ,bagaimana ia mau…
Bagai rumput liar dimana  ia tumbuh  sembarangan tempat  yang tertentu….
Walau ia sering dicabut dan dipangkas kejam oleh tangan-tangan  yang tak punya belas kasih….
Yang dengan teganya  merampas hidupnya…
Tetapi  ia tetap tegar dan rela mati karena  ia percaya masiih punya keturunan yang selalu tumbuh  yang bagai tak pernah habis dikala hujan….
Puisi ku tanpa judul…
Ia bagai kata-kata  ber
munculan begitu saja  disaat sudah pas kesempatannya….
Walau yang terangkai  apa adanya……
Tak seindah seorang penyair puitis  yang begitu mahir merangkainya…
Yang dapat tersimpan  dan menarik ,menyentuh semua hati yang membacanya….
Yang selalu dikenang dan tersebar kemana-mana bagai seluruh penjuru dunia….
puisiku tanpa judul…
dimana ia suka, ia tulis semuanya apa saja yang terlintas dikepalanya….
Ia  terangkai sejadi mungkin  tanpa henti …
Walau berulang-ulang kali….
Ia tetap  merangka inya sesuka hati…..


19-11-2016
 Nurul azizah
cancerbluesky











        LUKISAN CINTA



Lukisan cinta yang merindu yang membara…..
Dikala embun pagi  yang menyejuk  hati….
Perasaan sedang melayang  disaat menghirup udara pagi….
Menatap mentari  yang  tersenyum menyambut…..
 yang sedang  terbit diufuk timur..
Burung – burung berkicau bernyanyi riang terbang kesana kemari….
Lukisan cinta yang merindu yang  membara…
Sulit  mengerti merangkai rasa ini dalam hati yang tak menentu…
Siapa.. ….kepada siapa ku mengadu tentang gelisahan ini…..
Semua tiada memahami akan diriku…
Semua selalu meninggalkan aku sendiri  dalam tujuan yang tak pasti…
Semua pergi….
Semua pergi  tanpa kembali…
Rindu cinta yang membara yang tiada tara…
Semua pupus sudah tiada kembali....
Hanya mimpi semua yang tak pasti….
Biarlah semua  hanya tinggal rindu…..




19-11-2016
  Nurul azizah
Cancerbluesky










SURGA YANG DIRINDUKAN



Syurga yang selalu aku inginkan bersamamu….
Selalu ku nanti menunggumu..
Surga yang dirindukan…..
Agar ku mati esok hari tiada sia-sia……
Tuhan….. berilah jalan untukku menuju syurga MU bersama dia…..
Pertemukanlah aku dengan dia sebelum ku mati….
Tuhan… aku mohon padaMU kabulkanlah doaku…..
Aku tak   sanggup sendiri menghadapi hidup ini…..
Aku butuh dia yang mampu membawaku ke surgaMU….
Tuhan…. Kabulkanlah doaku ini. …. Aku mohon padaMU…..
Siapakah dia untukku… 
Aku lelah menunggu oh… tuhan… 
Kemana lah  ku dapatkan….
Semua selalu pergi disaat ku jatuh cinta padanya….
Bagai tiada mau menerima hidupku….
Ataukah Engkau belum mengizinkan aku ….
 yang mungkin belum waktunya….
Oh… tuhan …. Sampai kapan aku harus menunggu dia…..
Masih panjang kah penantianku ini….
Oh….  Tuhan … Berilah aku kesabaran agar akuu setia selalu menanti kehadirannya yang siapa dia….




19-11-2016
Nurul azizah  
Cancerbluesky










PERGILAH DIKAU



Dalam hati yang berteriak tak karuan…
Marah tak menentu   sendiri….
Ia berkata lantang dengan segala emosinya……
Pergilah dikau …… jika aku mang tak pantas hadir dalam hidupmu…..
Pergilah dikau…. Jika kau tak mau mengerti perasaanku…
Pergilah dikau… jika kau hanya memandang ku sebelah mata…
Pergilah dikau…. Jika tak pernah kau hargai diriku lagi…….
Pergilah dikau… jika mang kau mang harus pergi…..
Aku tak peduli lagi akan dirimu bila kau campakkan aku begitu saja….
Janganlah kau kembali lagi…..
Aku ingin kau pergi sejauh mungkin…. jangan  pernah kau kembali lagi padaku….
Aku lelah padamu yang tak pernah mengerti perasaan ini…..
Tapi ku tak pernah membenci mu….
Hanya ingin kau pergi saja dari hidupku….
Pergilah dikaau…. Kemana kau mau….
Tak usahlah kau pikir aku lagi…….
Kau telah bebas dariku………
Pergilah kemana pun kehendak hatimu….
Tinggallaah akuuuu…..
Sendiriiiii……..
Aku lelah berharap padamu…..




20-11-2016
Nurul azizah
Cancerbluesky











BUKAN URUSANKU



Jadikanlah kisahku hadir dalam hidupmu…
Walau kisahku tak seindah kisahmu……
Jadikanlah kisahku hadir dalam hidupmu….
Walau kisahku tak berarti bagimu…..
Aku tahu diriku apalah kisahku…
Yang tak pernah terasa berwarna bagai pelangi sepertimu….
Duniaku hanya bagai satu ruang yang tak pernah terganti…..
Setiap sudut-sudut cerita hanya itu ke itu saja kisahku…..
Yang terdengar sungguh  membosankan bagimu jua bagiku…..
Aku sendiri bosan dengan kisahku yang tiada berganti…..
Ingin  merasakan seperti kisahmu…,..
Namun apalah dayaku….
Takdirku bagai tak mauu berbaik hati padaku….
Ntah apa sebabnya…  Aku bagai dilarang semuanya…..
Jadi… jadikanlah kisahku  hadir dalam hidupmu….
 agar kau tahu merasakan bagaimana berada disatu ruang yang tak  pernah terganti….
Mungkin saja kau menyadari suatu yang sulit dikatakan dalam ungkapan..
Bagai diris-iris sembilu yang sangat memilukan didada…..
Aku tahu semua tergantung pada suatu hal ….
Tapi dapatkah kau menyadari suatu hal itu….
Entahlah…. Mungkin saja kau langsung  berkata  ‘’ bukan urusanku! ’’ tanpa perasaan…




20-11-2016
Nurul azizah
Cancerbluesky













HANYA INGIN MENANG SENDIRI


Mungkin diantara kita ada yang mendengar…
Mungkin diantara kita ada yang tidak mendengar…
Mungkin diantara kita ada yang melihat….
Mungkin diantara kita ada yang tidak melihat…
Mungkin diantara kita ada melangkah …
Mungkin diantara kita ada tidak melangkah…
Mungkin diantara kita ada yang berpikir…
Mungkin diantara  kita ada yang tidak berpikir…..
Mungkin semua ini murni bagi kita semua…. 
Tapi tahukah dari semua ini bisa menjadi bermacam murni…
Walau semua itu belum tentu murni….
Semua bisa berubah-ubah tiap perangai….
Bahkan perangai paling jijik, paling kejam pun ada …..
walau tampak biasa saja…
Baik-baik saja tapi tak  berotak tak punya perasaan,.,…
Istilah ini mungkin banyak artinya…
Tapi tahukah anda itulah  manusia yang paling kejam bagi orang lain….
Ia melihat tapi tidak berpikir…
Ia mendengar tapi tidak melangkah…
Ia melangkah tapi tidak melihat…
Ia  berpikir tapi tak berpikir…….
Kejam … jijik… bahkan paling dibencii….
Sungguh hidup ini kadang terasa tak adil…
Lihatlah … banyak terjadi didunia ini…. yang kuat hanya suka memerintah saja kepada lemah…
Yang tua suka nyuruh seenaknya saja  kepada muda…
Yang berotak tapi tak punya otak…
Begitu sebaliknya menjadi suatu yang paling mulia… paling terindah..
Namun hal itu sangat langka sekali  terjadi….
Yang  terjadi hanya tertentu saja yang memilikinya…….
Karena yang banyak terjadi tak seimbang dalam  banyak hal…..
Ataukah kita sendiri yang  tak mengerti atau tak mau mengerti….
Hanya ingin menang sendiri…




20-11-2016
Nurul azizah
Cancerbluesky  




SEBUTIR DEBU



Betapa ku berharap padamu dalam cintaku….
Yang selalu ku rindu bersamamu sehidup  semati….
Ku selalu mencintaimu dan selaluu setia untukmu…
Hingga akhir napasku…. Hingga alkhir napasku….
Hingga akhir usia ku menutup mata selamanya…
Ku selalu mencintaimu… ku selalu merindukanmu…
Hingga ku mati…. Hingga ku mati….
Disisimu ku berada dalam cintaku yang tak pernah pudar….
Ku selalu setia disisimu dengan penuh kesetiaan yang abadi…..
Apapun yang terjadi ……
 ku tak kan pernah pergi meninggalkanmu….
Walau ku harus terluka dihadapanmu….
Ku tak akan pernah jauh darimu dan selalu disampingmu…..
Kita hadapi  bersama selalu gelombang hidup ini….
Walau begitu ganasnya….
Kita  hadapi bersama selalu  rintangan  hidup ini…
Walau begitu berliku-likunya…
Kita hadapi bersama selalu tantangan hidup ini..
Walau begitu banyaknya juranng terjumpa….
Kita hadapi besama selalu setiap langkah dalam genggaman yang takkan  terlepas walau satu jari…..
Karena cintaku hanya untukmu selalu selamanya….
Dalam cinta suci  tak kan pernah ternoda  walau sebutir debu….






20-11-2016
Nurul azizah
Cancerbluesky










                                          LANGKAH KUMATIKAN

Semua langkah kumatikan bagaii lampu padam….
 Aku lelah sekali pada kenyataan ini yang bagai tergeletak tanpa daya…
Namun perjalanan ini terus berlanjut tanpa henti dalam rentangan waktu…….
Terlena pada mimpi yang tak nyata..
Teraniaya dalam keterpurukan yang menyesak hati………
Kemana aku harus mengadu yang semua bagai jauh makin makin jauh dalam kehidupanku…..
Aku lelah dalam kesendirian jiwa yang bagai tercampakkan dari segalanya……
Kemana…kemana,…. Kemana ku harus bersandar…
Aku lelah dalam kesepian yang tak ada tepinya….
Ku menaruh segala daya ku ini  yang tak pernah dihargai…
Ku selalu salah.. salah.. salah … salah dan salah,…..
Kemana ku cari kekuataan ini jika aku harus terus berjalan sampai ke ujung  perhentian terakhir …
Pancaran kasih yang ku rindukan tiada jua ku temukan….
Ku menangis pilu terharu sedih kepanjangan …….
Bertanya siapa…. Siapa…. Siapa… akan dirinya  untukku…..
Mengapa doa ku selalu tertunda….
Apakah banyaknya kesalahan ku pada tuhan hingga semua  selalu harus pendamkan semua mimpii…….
Atau apa rahasiaNYA pada ku hingga aku harus begini ku lewati….
Ku jadi terpaaku terdiam membisu tersungkur tanpa harapan.,….
Namun aku harus melangkah paksa kaki ini walau telah kumatikan…
Hingga ku harus tahu apa dibalik semua ini…
Hingga tuhanku menampakkannya untukku  jawabnya……





30-11-2016
Nurul azizah
 Cancerbluesky

















DAMPAK PENISTA AL-QURAN

DUHAI…. INDONESIA….
Kau negeri tempat ku berpijak…
Yang 71 tahun telah merdeka..
Yang dahulu hanya negeri jajahan belanda dan jepang yang merampas segala kehidupan orang pribumi..
Duhai Indonesia…,
Kau negeriku tempat ku bernapas….
Yang dahulu para pribumi dengan gagah berani merebut kemerdekan dengan napas menderu hingga darah penghabisan berperang mati-matian melawan penjajahan…..
Dari sabang sampai marauke….  Nusantara….. yang bermacam ragam adat dan agama…..
Bhineka tungga ika…..
Duhaii…. Indonesia…. Negeriku…
Begitu nama harum mu telah tertanam abadi….
Kini terjadi lagi yang mencemar nama baikmu….
Lihatlah itu……
Pemimpimu mulai yang tak berlaku adil……
Perang dingin terhadap hukum dengan semena-mena…
Berhati batu terhadap orang lemah dengan tebal muka..….
Uang panas terhadap politik dengan mulut manis ….
yang hanya penuh kepalsuan yang besar kepala…..
Tak tahunya… mulai Membuat rusak hubungan antar agama…..
Lihatlah.. duhai.. Indonesia … negeriku…
Agamaku islam, kitab suciku al-quran….
 begitu mudahnya ia menghinanya ,menistanya…
Ia tetap merasa tak bersalah sebagai penista agama…
menganggap remeh dan memandang rendah semua yang terjadi terhadap aksi damai  bela islam II  4 november 2016 yang telah tampak persatuan pasti demi tegakkan hukum keadilan negeriku yang mungkin belum pernah terjadi pada zaman dahulu dalam negeri ini Indonesia…
Bahkan mungkin belum pernah terjadi dinegeri manapun….
Demi Hukum yang telah engkau tata dan rapi dengan tegas dahulu dalam peraturan undang-undang…. 
Menakjudkan bukan…?
pasti kau bangga Indonesia terhadap persatuan yang  itu?
Namun lihatlah duhai… Indonesia negeriku….
Bagai tak punya otak …Ia tetap   besar kepala …. Tebal muka… malah besar mulut yang mengadu dombakan antar sesama ….
untuk menciptakan kericuhan,kekacauan negeri ini duhai.. Indonesia…..…
Ntah apa yang akan dikatakan semua bagai hendak meluruskan ekor anjing…..
Tapi lihatlah..! duhai…. Indonesia ..negeriku...
Apa yang terjadi berikutnya…..?
 Kau pasti akan makin berdecak kagum dan takjub sangat melihatnya….
 malah membuat kau merinding dan bergetar yang paling menakjudkan menggetarkan hati dan jiwa….
Kau pasti akan tersenyum lebih bangga sepanjang masa dalam sebuah sejarah masa kini yang akan dikenang selamanya…..
Tahukah kau kenapa…?
Lihatlah…! Duhai… negeriku Indonesia….
Aksi damai bela islam kembali berulang…
Aksi damai bela islam III 2 desember 2016  yang super damai mengundang seluruh penjurunya menuju satu kota negeri mu ini duhai….indonesia…
Yaitu dari sabang sampai marauke yang terlihat  bagai menuju kota mekkah dari segala penjuru seluruh dunia..
Demi untuk tegakkan hukum keadilan terhadap penista al-quran yang telah dilakukan oleh pemimpin gebenur Jakarta iibu kotamu dipusatmu duhaiii… Indonesia…
Lihatlah…!duhai negeriku Indonesia….
Tak disangka bersatu padu semuanya dari  segala kalangan….
 ikut membela sehingga membentuk persatuan yang terbesar mewujudkan jati diri sebagai bangsa yang sejati…
Yang sungguh perdamaian yang kokoh abadi yang tak  kan mampu diruntuhkan oleh penghancur yang ingin menghancuri negerimu ini duhaii.. Indonesiaku…
Duhai Indonesia.. negeriku….
Moga engkau adalah bangsa  terbaikku yang selalu merdeka selamanya dalam bimbingan islam yang damai yang dirahmati sang pencipta seluruh semesta alam yang menakjudkan seluruh dunia..
Dan harus tegaknya hukum dengan keadilan yang tegas dan berani tanpa pandang bulu….
Timbangan yang sama rata seimbang…..
Bukan timbangan yang gelonjak tak seimbang…… 



30-11-20
Nurul  azizah
Cancerbluesky

















RINDU DALAM KASIHMU

Rindu dalam kasihnmu dalam mimpiku….
Kapan engkau akan datang menghampiiri hidupku…….
Ku sangat merindukan cinta darimuuu…
Ku sangat merindukan belaian sayangmu…
Ku sangat merindukan sentuhan dari hatimu….
Duhai…. Cinta…. Kapan kau menampakkan dirimu untukku….
Kenapa ku harus menunggu lama dalam menantimu…..
Aku sangat lelah dalam sepi ini ….
Yang tiada kasih sayang darimu….
Aku sangat lelah dalam kesendirian ini….
Yang tiada dirimu disisiku…..
Duhai … cinta.. kapan engkau menampakkan dirimu…..
Sampai kapan aku harus menunggumu…
Terimalah…. Diriku ini cinta..
Terimalah.. jiwaku ini cinta….
Terimalah.. hidupku yang penuh kekurangan ini… cinta…….
Apakah kau mendengarkan aku.. cinta….
Dengarlah… aku ini cinta…..
Betapa ku mengharapkan kehadiranmuuu…..
Ku sungguh dirimu cinta…….
Apakah begitu keputusan yang sulit menerima diriku…..
Hingga kau selalu menunda  datang untukku………
Sampai kapan aku harus menunggu akan kehadiranmu……
Dalam kasihmu yang ku rinduuu …. Cintaaaa….







30-11-2016
Nurul azizah
Cancerbluesky


 









Tanpa judul



Tuhan………..
Tolonglah hambamu dalam imtihan ini,
Knapa otak usah menangkap
Knapa tangan susah menulis
Knapa bibir susah bersuara
Apakah ini salah  hamba?

        Karna sering melakukan maksiat
        Karena sering melakukan dosa
        Ya tuhan……

Kami belajar untuk bekal di akhirat ya allah
Kami para santri belajar tentang agama Mu
Insyaallah kami akan menjadi ustadz dan ustadzah
Amin,,,,,



By :A.R
01 desember 2016





































TENTANG  SEGALA RINDU

Rindu menyesak hatiku hingga ke alam mimpi yang selalu mengusik lelapku…
Diantara rasa yang tersiksa tak karuan selalu menghampiri….
Akan lah ini yang selalu ku lalui setiap malam……
Teruntai kata yang tak mampu terucapkan dalam ungkapan hatiku……..
Akankah selalu terjadi disaat hati  yang merindukan yang tak menentu…………………
Kapankah semua akan berakhir terhadap rasa ini yang sangat menyiksaku …….
Teruskah aku alami rindu ini yang tak pernah habis…….
Kemanaa harus ku lepaskan rindu ini…?
Yang ku rindukan tiada jua tampak untukkku…..
Hoo……….. hooo…………
Rindu menyesak hatiku  hingga ke alam mimpiku yang selalu mengusik lelapku…..
Ku menangis pilu terharu sedih kepanjangan diri yang  tiada cerah…….
Diantara perasaan yang sulit terlukis dalam sebuah kata cinta semu….
Bayangan yang selalu melayang  dalam tak karuan…..
Selamaaaaa yang tak mampu akan terus bertahan menanggung rindu ini…..
Ku coba terus melawan semua arus rindu yang merindukan……..
Ku coba terus menelusuri  semua liku rindu yang entah dimana akhirnya ujung pangkal…
Akan terus ku lalui …. Ku lewati tanpa henti……
Walau semua menguras semua kekuatanku tanpa berdaya lagi……
Biarkanlah diriku berdaya lagi…
Walau semua rindu ingin membunuhku dengan  sadis…… 
Ku coba menerima kenyataaan itu..
Mungkin sajaa ini sudah jalan takdirku..
Lumrah dunia….
Tentang segala rindu…..


8-12-2016
Nurul azizah
Cancerbluesky



















CERITA YANG TAK BERKESUDAHAN





Aku rapuh….
Begitu rapuhnya menghadapi hidup ini……
Aku lemah ….
 Begitu lemahnya  menjalani hidup  ini..
Yang seharus nya aku syukuri anugerah hidup ini….
Namun aku selalu putus asa terhadap hidup ini..
Yang seharusnya  harus ku hadapi dengan kesabaran….
Namun begitu kecilnya  rasa sabar itu muncul…
Sehinggaa  semua terasa sia-sia diisaat ingin meraih sesuatu….
Semu semua mimpi…..
Apalagi tentang cinta selalu semu ku dapatkan…..
Saat hati berharap  semua selalu pupus….
Disaat ingin memiliki semua selalu pergi….
 Ntah apa sebabnya….
Terlihat  tak pantas untukku…..
Karena diriku tak sempurna dimatanya……
Apakah ini memang jalan takdirku….?
Sehingga mimpi-mimpi tak pernah tercapai..
Apakah ini sebuah cerita yang tak pernah berkesudahan……?
Mengapa tak pernah  terwujud sebuah harapan…..?
Apakah harapan itu hanya harapan-harapan palsu…..?
Ataukah aku sendiri yang tak punya kepercayaan terhadap diri….
Selalu berpindah yang tak memiliki ketetapan pasti…..
Sehingga seluruhnya semu yang berkepanjangan yang tiada arti…..
Dikala akan ingin mengapainya   semua selalu diliputi keraguan yang mengganas……
Membuat semua hanya menjadi bayangan-bayangan yang menggoda yang menyakiti….
Yang melelahkan  hati yang mudah patah…
Kemana jadinya hendak dicurahkan…..
Kepada tuhan selalu ke tumpahkan  semua jeritan hati ini…..
Namun diriku yang hina ini tak memiliki  kesabaran cukup terhadap ujian hidup ini….
 Sehingga dosa ku makin  sering dating dengan cara yang misterius…..
Membuat diriku makin bergelimang dalam kegelisahan yang menentu tiada sebab…
Membuat semua hancur  semangat hidup ini yang merana tanpa kejelasan pasti…..








8-12-2016
Nurul azizah
Cancerbluesky
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     




MENANTI CINTA SEJATI
Kemana lah akan ku adukan segala perasaan ini…..
Dikala cinta akan bersemi dihati ini…..
Diawal memang indah namun diakhir selalu menyedihkan….
Bagai cerita dongengkah semua itu…..
Tidak bukan…?
Akankah cinta ini selalu semu yang datang padaku dikala rindu membara….
Diantara hujan yang mengundang segala limpahan ruahnya semua rasa….
Akan kah selalu mengalir dengan sia-sia semua perasaan ini…….
 Dimana selalu pupus ditengah  jalan disaat makiin cinta  malah terluka….
Yang patah hati segala yang terkenang akan menjadi menyakitkan….
Membuat jiwa nestapa galau semesta…
Merana hingga air mata kering….
Tersisa serobek lembaran kertas yang tertinggal….
Akaankah menjadi utuh kembali dengan sepotong hati yang baru….
Melupakan sepotong hati yang hilang yang tak usah dikenang lagi… bila mengundang persakitan  yang sulit diterima kembali…
Jika keikhlasan tiada dihati terhadap yang telah terjadi ….
Akan mengundang air mata yang telah kering mengalir deraas kembali bagai hujan deras tiada henti…
Namun jika ada keikhlasan walau terbersik kecil semua  akan menjadi sebuah penerimaan sejati….
Terhadap apa yang terjadi dimasa yang telah terjadi….
Apakah ada dalam hati ini yang selalu kecewa terhadap harapan yang tak pernah pasti….
Untuk percaya akan menemukan cinta sejati….
Oooo…. Kemana ku adukan perasaaan ini..
Mampukah aku  bertahan dalam keterpurukkan……
Untuk selalu menanti menemukan cinta sejatii…..
Tuhan…… berilah aku kekuaatan selalu untuk menunggung… menanti akan sebuah takdir dariMU……
Tuhan… berilah aku selalu kepercayaan terhadap rencana terbaikMU untukku yang penuh rahasiaMU….
Yang telah Engkau tentukan, telah tetapkan untuku
Agar aku terus menjalankan hidup ini diatas jalan lurusMU....
Terhadap seluruh ujianMU yang Engkau berikan padaku….
Menemukan cinta yang membawaku ke surgaMU…..
TUHAN…. Oh…. Tuhan……
Kabulkanlah doaku…..
Limpahkanlah  rahmatMU untukku menemukan cinta sejati dariMU dalam cahayaMU …
Tuhan … ku mohon padaMU dalam simpuh sujudku…
Yang diriku begitu hina dihadapanMU…..
Tuhan…. Ya rabby…..

9-12-2016
Nurul azizah
Cancerbluesky








KERAKUSAN
Curahan air  hujan sepanjang hari sudah berhari-hari…
Diawal bulan desember ini…..
Yang telah terlewati Sembilan hari dari sekarang…. diakhir tahun yang akan berganti lagi tahun lagi…..
Kisah terlewati tinggal kenangan yang tiada berubah…
Semua sama sepanjang hari yang  ku lalui..
Hanya duduk termenung sendiri sambil menanti kehadiran cinta sipujaaan hatti…
Yang entah siapa dia yang menghampiri hidupku yang entah sampai kapan menunggu…..
Dalam angan mimpi yang selalu datang mengusiikku…..
Angin berhembus kencang … dingin menyusuk kulit menjadi lembab   jua kering…..
Apalah cerita ini yang ingin ku rangkai…,
Semua buntu tak tentu topic utama…
Bagai asal-asalan saja semau hati..
Yang penting terangkai itu sudah cukup berarti menjadi sebuah ungkapan kiasan..
Walau tak menentu yang semeraut bagai benang kusut…..
Lihatlah… asap rokok      terhirup akan membawa penyakit….
Tapi si perokok santai saja menghisapnya menghembus dengan bergaya……
Kalau sudah kecanduan tak penting memikirkan resikonya….
Yang sudah terserikat dengan bingkisan yang tertata tulisan rapi…
Yang berbunyi singkat rokok membunuhmu yang dahulu panjang lebar djelaskan akibatnya..
Penyebab dari makan asab yang entah apa rasanya tiada kenyang……
Nafsu mengalahkan semua itu tak peduli lagi memlikirkannya…
Yang penting hanya isi perut terpenuhi..
Itu saja terpikirkan olehnya……;
Kadang  begitulah sifat manusia….
Akal sehat kadang     dibuang ataau diabaikan saja……
Tak terlalu dipakai…..
Itulah kebanyakkan yang terjadi didunia….
Penuh kerakusan yang melupakan hal penting  dianggap sepele…
Padahal dapat mengakibatkan suatu yang fatal terhadap diri….



9-12-2016
Nurul azizah
Cancerbluesky










SEPADANLAH DENGAN HATI
Berlomba-lomba menyampaikan kebaikkkan mang keharusan diantara kita…
Tapi yang disampaikan haruslah sepadan dengan hati….
Kalau kita Cuma menyampaikan keebaikkan ke orang lain sampai berbusa-busa tapi tak sepadan dengan hati…
Itu adalah kerugian terbesar , kemunafikkan yang terburuk dan kebaikkan yang sia-sia.,…
Sepintar apapun dia memikat hati  orang lain untuk mendengar apa yang disampaikannya….
Tapi tak sepadan dengan hatinya sendiri adalah suatu yang celaka yang sangat dibenci tuhan…
Kenapa tidak….?
Lihatlah…. banyak orang  berbusa-busa menyampaikan keebaikkan  ternyata hanya untuk mengaruhi orang lain..
Supaya pangkatnya,jabatannyaa,dejaratnya menjadi yang tertinggi dimata  manusia….
Tapi ternyata dimata  tuhan malah sangat terhina….
Karena yang disampaikan tak sepadan dengan hati……..
Apakah itu suatu kemalangan menghampiri diri karena lupa diri….
Kesombongan telah merasuki diri karena merasa hebat paling hebat seduniaaa…….
Tak tahunya diakhirat malah kebalikkan bila mati menghampiri….
Amal yang dihisab ternyata terburuk tak terduga…….
Karena didunia tak sepadan dengan hati terhadap ilmu yang disampaikan…..
Hanya berlagak hebat saja yang melampaui batas kesombongannya…..
Orang lemah dipandang kebawah…
Orang yang sepadan dimusuhi..
Orang yang jahat dipuja-pujiii…….
Kacaulah ia….
Matilah ia….
Celakalah ia…….
Menyesal diakhir nanti yang tiada gunanya lagi….


14-1-2017
Cancerbluesky
Nurul azizah



















KATAKAN CINTA
Cintaa…. Ku katakan cinta padamu….
Jangan kau sangka aku merayumu….
Cintaaa…. Ku katakan cinta padamu….
Bila hatiku mulai bersemi padamu….
Cintaa… ku katakan cinta padamu….
Bila  aku makin cinta….
 Cintaaa… ku kata kan cintaa padamu….
Karena hati cinta….
Namun bila cinta kita tak takdir bersatu…
Lepaskanlah dengan cinta yang penuh ketulusan…..
Bila cinta kita tak takdir bersatu…
Relakan saja terjadi perpisahan….
Walau tak rela…
Walau tak mampu,,,
Walau tak sanggup…
Karena sakitnya….
Jangan pernah membenci….
Jangan pernah melukai..
Jangan pernah berdusta diantara kita…
Katakanlah sejujurnya padaku..
Walau teraasa sangat sakitnya..
Ku coba menerima kenyataan itu dengan keikhlasan….
Hatiku tak kan pernah membencimu….
Akan tetap mencintaimu jiwa ragaku….
Cinta…. Mang tak harus bersatu..
Tapi sepotong hati tetap tertinggal…..


9-1-2017
Nurul azizah
Cancerbluesky














KESENDIRIAN KEMBALI
 Disaat ku mencoba mencari….
Melepaskan segala sepi…..
Kini kembali menyerangku lagi….
Kesendirian kembali….
Walau ku  telah memiliki seorang kekasih…
Nan jauh…. Yang jauh diseberang sana…..
Tapi aku tak tahu apakah hatinya tetap setia untukku…..
Selama ku tak bisa komunikasi dengannya…..
Jika benar-benar tak ada komunikasi lagi …
Apakah hatinya tetap setia untukku….
Entahlah…. Aku tak tahu pasti…..
Apakah dia tetap setia atau tidak…..,.
Yang ku rasakan kesendirian kembali…. apakah inilah jalan hidupku….
Yang terus sendiri ntah sampai kapan….
Tiada yang memahami isi hatiku…. walau telah ku rangkai semuanya….
Yang tiada terungkap lewat lidah yang selalu kelu….
Aku selalu salah semua disaat ingin mengungkapkan isi hatiku…..
Membuatku tak berani semua…
Ku kesendirian kembali… biarlah…. Jika ini yang harus lalui dalam langkahku terhadap hidupku….



11-1-2017
Nurul azizah
Cancerbluesky


















TAKDIRKANLAH
YA ALLAH…. Aku memohon padaMU….
Takdirkanlah aku dengan dia…..
Pilihan terakhirku dia…
Labuhkanlah cintaku ini padanya….
Hingga akhir hayatku…..
Hingga Engkau mejemput ajalku…
Satukanlah aku dengan dia….
Ikatkanlah aku dengan dia dalam ikatan suci yang abadi..
Ya ALLAH…. Aku ingin dia segera menikahiku… jika dia benar-benar mengharap diriku jadi miliknya…
Lapangkanlah rezekiku… rezekynya….agar dia segera melamarku….
Jika dia benar –benar tulus menerima segala kekuranganku….
Jadikanlah dia segera sebagai imamku ..
Agar aku bisa mencapai syurgaMU….
Ya ALLAH…. Jangan ragukan cintaku padanya…
Aku juga tulus menerima hidupnya… segala kekurangannya sampai ku mati….
Ya ALLAH… TAKDIRKANLAH…
Takdirkanlah….
Takdirkanlah…
Takdirkan aku dengan dia……


14-1-2017
Nurul azizah
Cancerbluesky





















CINTAKU HANYA UNTUKMU
PERCAYALAH
Dalam hamparan jiwa yang sepi…..
Ku selalu bertanya dan  mencari siapa pujaan hatiku……
Ku selalu menduga dia… dia… dan dia…
Namun tiada yang membalas cintaku seorangpun…..
Semua bertepuk sebelah tangan…..
Semua memandangku sebelah mata karena kekuranganku…
Akhirnya kau muncul menghampiriku yang berawal dari kau mengenalku dari cerita temanku yang menceritakan kisahku…..
Awalnya aku ragu menerimamu karena ku takut tertipu….
Aku sudah bosan menerima jarak jauh ini…
Yang bertahan semua hanya sesaat saja…
Aku lelah… mulai membenci  terasa yang  telah mempermainkan perasaan ku….
Namun aku memutuskan menerimamu untuk terakhir…
Jika kau benar-benar ingin diriku selama kau harus jujur padaku……
Hatiku mulai bersemi padamu…..
Mulai mencintaimu dengan tulus….
Ku tetapkan cintaku hanya untukmu jika takdir…
Aku percaya…. Percayalah……
Hanya untukmu aku setia menanti…
Jika hatimu benar-benar setia untukku….



14-1-2017
Nurul azizah
cancerbluesky

BUKIT KESAL CERITANYA HATI

BUKIT KESAL  CERITANYA HATI


Entah darimana asal mulanya mungkin bisa ditebak mungkin  saja tidak..  Aku  tak  tahu  pasti bagaimana itu atau  bisa saja semua  kebetulan.
Dan kebetulan hatiku penuh gusar mencari arah yang mana aku tuju untuk menghapus segala jejak  amarah yang sedang  bergelonjak di dadaku karena  seseorang telah membuatku marah besar yang  telah menghancurkan harapan hidupku tanpa sebab.

"Kenapa kau tega melakukan ini padaku hai diza? Apa salahku diza? Seharusnya kau hargai aku., diza? Tapi kau malah  sebaliknya,, aku benci diza,,  akuu benciii... "Teriakku terus  berlari tanpa mempedulikan kakiku yang telah penuh luka oleh injakkan batu-batu runcing karena  pergi tanpa alas tak sempat  memikirkannya.  Hati ini penuh  kecewaan yang membara tak mempedulikan orang-orang sedang  memanggilku termaksud ayah ibu yang telah menyaksikan masalahku dengan diza...
Aku  terus berlari..  Berlari ..   Berlari tanpa  arah..
Akhirnya  aku jatuh terduduk dengan  napas yang sesak, lelah penuh  tangisan yang bagai hujan begitu  deras..
"Kenapa? Kenapa? Kenapa? " kataku meratapi memeluk lutut menutup wajahku,  membiarkan pakaianku kotor kenal lumpur becakkan tanah yang masih  basah oleh  hujan  deras semalam..

" hai. Maaf..  Ngapain kamu disitu!? "Tegur seseorang  menghampiriku tapi  aku tak menghiraukannya tetap memilih  menangis dalam senyapnya hatiku yang tadi begitu penuh kemarahan,  tak peduli dengan suara yang terdengar sapa ramah laki-laki  yang terus  berjalan mendekatiku.. Aku ingin  sendiri, sungguh  ingin  sendiri,  tak  ingin  diganggu oleh siapa pun..
Namun dia tetap  saja melangkah ke arahku bahkan telah berada disampingku mencoba menyentuhku

"Hai,, ngapain kamu sini,? Tak  baik  sini, ayuk berdiri"ajaknya

Tapi aku  tetap saja tak  mempedulikannya, malah makin erat memeluk lututku dengan muka masih  terbenam diantara  dua lutut, terisak dalam.  Tapi  dia tak menyerah, ikut  duduk  disampingku bagai ingin  menemaniku.
Aku  yang tak ingin  diganggu terasa terganggu
"Ngapain nih orang!?, pergi sana! "Kataku dalam hati yang belum  mau bersuara apalagi mengangkat wajahku.
Namun ku dengar dia mulai terdengar bernyanyi,  suara nya begitu merdu dan indah yang membuat  diri terasa langsung melayang..

" duhai..  Hati yang  sedang  terluka..
Berharap semua berakhir..
Karena  kekecewaan ini begitu  menikam dadaku...
Begitu menikam dadaku.
Sulit ku terima kenyataaan ini...
Memang  sulit ku terima  kenyataan ini ..
Ingin ku pergi..
Ingin ku hilang dari  semua  ini.
Namun  ku  tak tentu  arah kemana...
Tak tentu  tujuan..
Hanya  tangisan yang  menyesakkan dada dihatiku tentang kenyataan ini.
Hingga aku  akhirnya memilih tetap berdiri diantara  ombak kehidupan yang begitu ganas..
Agar aku  tak  kehilangan iman yang telah  ku peluk...
Agar aku  tak meredupkan cahaya  yang telah menyinari.
Dalam  titah ilahi sang pendekar...
Yang telah ditakdirkan... "

Aku  mulai  mengangkat wajahku , tampak dia tersenyum tulus padaku begitu suara merdunya terhenti..

"Aku afdal,  yuk  berdiri,  tak baik duduk sini  "ajaknya

Aku pun menurut bagai patuh mendadak setelah mendengar kata-kata lagunya.

 "aku mirah "kataku pendek masih  enggan bersuara.

"Pake sandal ku ini ،biar aman telapak kakimu, ku lihat kakimu terluka "katanya memberi sandalnya padaku.

Aku menurut mulai memakai sandalnya
 "aduh! " ku mengeluh  sesaat,  disaat  kakiku menyentuh sandalnya.

"Napa? Pa bisa berjalan? Atau  ku gendong saja diri mu? "Tanyanya khawatir dengan  menawar diri

"Tidak, aku  bisa  berjalan sendiri"kataku menolak cepat  disaat tangannya terlihat  ingin  mengendongku.

" ohw.. yaa udah..  Hati-hati saja jalan،  pelan-pelan saja jalannya"katanya memapahku

Aku hanya mengangguk menurut..
Terus berjalan  kemana  dia memapahku, aku  melirik  diam-diam wajahnya tampak  air muka ketulusan yang  benar-benar tulus...

"Hmmm,,  duduk sini dulu yaa? Aku belikan air minum sana biar segar dirimu "katanya setelah  tiba disebuah bangku yang seperti halte sambil menunjuk ke sebuah kedai didepan .
Aku hanya  membisu tapi  disaat dia  beranjak,  aku bersorak memanggilnya
"Afdal..   Tunggu..!  Pakai sandalnya.. ", kataku melepas sandalnya yang  ku pakai



"Pakai aja olehmu dulu, aku tak  apa-apa tak  pakai sandal,  udah  biasa, kakimu terluka  nter bisa masuk kuman kalau dibiarkan, tunggu sini dulu ya?"  Katanya mulai  beranjak lari ke arah  ke kedai.

'"Hmm..  Makasih  yaa "kataku pelan..
Dia mengangguk tersenyum berbalik arah berlari menuju kedai seakan akan begitu khawatir tentangku

"Pak,  beli air itu pak? '' tanyanya  setelah tiba didepan kedai.

"Ini nak" katA penjual memberikan air yang ditunjuki nya


"Obat luka ada pak? "Tanyanya lagi..

"Ada,  tunggu sebentar ya??saya ambilkan dulu ", katanya menuju sebuah rak-rak yang  tampak  sekumpulan ragam obat baik alami maupun buatan.

"Ini  nak,  siapa  yang  luka nak? " tanya penjual sambil  memberi obat  yang dibelinya.

"Itu  pak, teman  saya,  berapa  semuanya  pak? Jawanya sambil  menunjukku diujung jalan yang  pas didepan kedai sambil bertanya  lagi.

"Oohw .  25 ribu nak ", kata penjual  itu tak  ingin bertanya lagi  walau  hatinya penasaran tapi dia urung karena pembeli lain datang ramai ..


"Ini pak.,  makasih  ya pak'  katanya pamit langsung  berlari  ke arah  ku

Sipenjual mengangguk berbisik dalam hati "anak muda yang baik,  sungguh  perhatian pada temannya, "

Begitu  tiba didepanku

"Nih،، minumlah biar segar dirimu" katanya  memberikan air yang dibeli barusan.

"Makasih" tapi ngapain  kamu  gitu? " ucapku pelan memandang heran melihat nya  membungkuk

"Sini kakimu?. " katanya

"Buat apa? " tanyaku makin  heran.

"Diobati,  ayo sini kakimu, tak usah bengong gitulah" katanya meraih kakiku.
.
"Aku tak apa-apa kok, Tak usah  repot-repot gini, luka  biasa kok"kataku nolak tapi dia sudah  meraih kakiku yang terluka.
Dengan begitu teliti dan pelan mengobati kakiku, aku  sekali kali meringis kesakitan disaat ia menyentuh lukaku.
.
" sudah  selesai, kakimu akan sembuh segera"


"Hmm,,  makasih, kenapa kamu  mau  menolongku? "


"Mang kenapa!? " tanyanya heran

"Bukan kah kita tak  kenal?mana tahu aku orang  gila? "Jawabku asal

"Tak kenal bukan berarti  tak mau  menolong, kita  harus  saling menolong, tentang gila kamu tak mungkin gila, buktinya sudah terlihat "katanya menunjukku


"Hmmm" aku  terdiam

"Baiklah,  sini aku antar kamu pulang?  Biar kamu tak kesusahan berjalan, "tawarnya lagi.

"Tidak..  Aku tak  mau   pulang "kataku pontan.

"Kenapa?? "

"Bukan  urusanmu,,  jika kamu tak  sudi lagi  berdiri  disini,  pergilah.! "



"Bukan  begitu maksudnya?kamu har... "

"Sudahlah, pokoknya  aku  tak mau  pulang,  titik..  "kataku  memotong

"Kenapa tak mau pulang? Orangtuamu pasti khawatir" Tanyanya tak menyerah 

"Bukan urusanmu, jangan  bertanya lagi, jangan bahas lagi", kataku mulai  marah..


Okee.  Okelah. Tapi  kamu akan  tinggal  dimana?." katanya perhatian

"Tak tahu" kataku pendek.


Semua menjadi hening berbisikkan hati  masing-masing.
"Andai kamu mau  menceritakannya padaku pasti aku setia mendengarmu walau aku  baru mengenalmu tapi begitu  menatap wajah sedihmu, marahmu padaku,  aku  bagai  tahu  apa yang terjadi  padamu, dan seandainya jika ada jarum yang jatuh pasti mampu mendengar suara  ditengah keheningan duka,  semua akan  bercerita  tentangmu tentang dukamu.." bisik afdal dalam  hati.
"Kenapa kamu masih  disini? Kalau ingin pergi,  pergilah, tak usah hiraukan aku... " kataku membuyarkan lamunannya.


"Jangan begitu dong mirah,  Tak mungkin aku tega meninggalkanmu sendirian tanpa arah. , tak baik lah  ".


"Kok kamu peduli  amat padaku, Sedangkan orang-orang disekitarku tak peduli padaku malah menyakitiku setelah ku tahu semuanya palsu. "


". Mirah, kita manusia harus  saling menolong, saling peduli, aku tak  enak hati melihatmu tinggal sendirian dan kamu jangan mudah  dikuasai pikiran yang negatif  terhadap orang-orang sekitarmu,  semua itu belum tentu benar,  *

"Sudah,!  jangan bahas lagi,"  kataku memotong, sungguh hati ini sedang tak menentu, semua ntah kenapa terasa muak mendengarnya.


"Baiklah ,kalau memang  kamu tak mau pulang kerumah dan tak punya  arah yang pasti terhadap tujuanmu,  ayo.  Ikuti aku ke suatu tempat,  " kata afdal setelah menatapku begitu lama dalam hening.

"Kemana..?... tak usah.. Jangan macam - macam" kataku tak mempedulikan kata-katanya, sungguh  semua  kekecewaan hati ini membuat diriku bukan diriku lagi.

 "Ayo ..  Ikuti saja aku dulu, aku tak macam-macam, tapi aku jamin semua akan memulihkan suasana hatimu, percayalah padaku.."  Kata Afdal menarik tanganku yang berdiri mematung, kakiku terasa tak sakit lagi setelah diobati olehnya,  yang masih memakai sandalnya.

"Ayo,. Mirah...percayalah padaku  " kata afdal lagi untuk meyakini ku yang masih  mematung diam menarik tanganku dalam pegangan eratnya dipergelangan tanganku agar aku mau mengikutinya..
Ntah napa kakiku tiba-tiba saja  mau melangkah mengikutinya walau hatiku masih  menolak ajakkannya karena tak tahu kemana  ia akan membawaku,  bermacam-macam pertanyaan yang muncul dikepalaku namun  melihat wajahnya  yang tersenyum  tulus membuatku tak mampu lagi menolaknya, diri ntah kenapa jadi penurut melihat  kebaikkannya padaku..
Dalam perjalanan menuju ke suatu tempat itu dia terlihat bernyanyi lagi .  aku yang berjalan disampingnya yang pergelangan tanganku  masih dalam genggamannya hanya  membisu mendengarnya,,  suaranya sungguh terasa merdu bagiku.

Negeri calabi...
Negeri calabi..
Negeri calabi, .
Ku tersenyum bahagia bersama  cahaya  langit biru...
Disaat hati yang penuh  terluka.
Ku pandanglah ia dari segala rasa yang ingin membunuhku...
Negeri calabi....
Negeri calabi...
Negeri calabi...
Negeri yang membawaku penuh cinta...
Disaat hati dipenuhi kebencian..
Ia menggugurkan semuanya menjadi cinta....
Negeri calabi  ...
Negeri cahaya cinta.....


👊👊👊👊👊👊👊👊👊👊👊
💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔

Ditempat lain..

"'Dizaaa..  Ini semua gara-gara kau dizaa.... Kau telah melukai mirah, Kau telah menghancuri harapan mirah .. Kenapa kau tega melakukan ini diizaa?  mirah  saudara  kembar kau? Adik kau sendiri diza? ?mau apa kau???.  " teriakkan marah ibuku  menggetarkan seluruh orang yang ada disana setelah melihatku pergi dari rumah karena pertengkaranku dengan diza.

"Bukan urusan ibu..  Ini urusan aku dengan mirah dan ini juga salah ibu.. " kata diza dingin.

Ayah yang berdiri disamping ibu yang berusaha menenangkan ibu.  mendengar jawaban itu langsung menampar keras pipi diza

 "kurang  ajar kau diza, ! Durhaka kau  pada orang tua ah.. " Bentak ayahku.

Dizaa yang tak menduga reaksi ayah, jatuh tersungkur ke samping memegang pipinya yang perih, panas sakitnya kenal tampar tangan ayah yang tak terduga.

"Terserah ayah bilang aku apa tapi pokoknya semua gara-gara kalian juga "kata diza berusaha  bangkit dari jatuhnya

 meninggalkan ayah dan ibu yang masih menahan marah yang  tiba-tiba terdiam mendengar jawaban diza.
Diza pergi begitu saja tak menghiraukan ayah dan ibu lagi. 
Menghempas pintu kamarnya, mengurung diri.  Dia tak mungkin kabur sepertiku.

👊👊👊👊👊👊👊👊👊👊👊
♒♒♒♒♒♒♒♒♒♒♒


Akhirnya  aku tiba suatu tempat yang  ditunjuki afdal..  Tempat yang membuatku langsung  kagum menatapnya. Tak percaya apa yang ada di hadapanku di depan mataku..
Sungguh indah.. Membuat segala kesedihanku langsung berguguran seketika berganti senyuman mekar dibibirku ، tak bisa ku rangkai dengan kata-kata jika aku disuruh menulisnya, sungguh tak  terkatakan apa yang sedang ku lihat sekarang..

"Wow.. Tempat apa ini? " tanyaku berkecak kagum.

"Ini yang namanya negeri calabi." jawab afdal, senang sekali melihat  wajah antusiasku

"Negeri calabi? Nama apa itu? " tanyaku lagi terasa aneh,  lucu terdengar, karena  baru kali ini mendengar nya.


"Ya,  nama perdamaian hati,  kepanjangan dari calabi adalah cahayaa langit biru, disini kamu bisa menemukan bukit kesal juga " kata afdal.

" bukit kesal? Nama yang aneh lagi " gumanku mataku tak fokus padanya,  aku lebih tertarik  dengan yang ada disekitarku
.
Afdal hanya tertawa mendengar
Jawabanku

" Ayo,  kita jalan lagi mirah, ini  belum sampai, ada yang lebih indah lagi  dari ini,  kamu bisa tinggal untuk  sementara waktu  jika dirimu belum mau pulang,  disini bisa jadi rumahmu " ajak afdal.

Mendengar Kata pulang membuat wajahku langsung berubah lagi  seperti semula. 
Afdal yang menyadari perubahanku mencoba mengabaikannya terbersit rasa bersalah dihatinya,  merasa salah kata.

"Ayo..  Mirah "ajaknya tersenyum setulus mungkin dihadapanku..
Aku hanya mengangguk dingin mengikutinya, berjalan disampingnya tanpa dipegang lagi.
Afdal  disampingku tampak bernyanyi lagi.
Semua  nyanyinya selalu menyentuh hatiku,  kata-katanya
Seperti sesuai dengan apa  yang sedang ku alami, seakan-akan dia mengerti segala suasana hatiku.
Aku kembali terdiam mendengarkannya sambil terus berjalan ke tempat ia tujui untuk menetap sementara yang seperti dia katakan padaku barusan.

Dikala hati tak menentu pada kenyataan..
Mudah sekali terbentuk kata benci....
Semua yang  terdengar tak kan diterima...
Hati ini mudah sekali  mengundang amarah padanya...  
Tiada kata yang bisa melunakkannya....
Kecuali kesadaran itu sendiri yang mampu meruntuhkan segala tonggak kebenciaan..
Ia akan berguguran bersama kedamaian rasa bila mau menerima kenyataan yang mengecewakan....
Hati kan terbuka dengan kelapangan jiwa.. 
Yang membentukkan sebuah harapan yang indah...
Menyambut dengan senyuman merekah bak bunga yang  berkembang menyambut mentari yang menyinari bumi..



👊👊👊👊👊👊👊👊👊👊👊
👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎

"Maafkan aku mirah. . Maafkan aku..  Tak ada maksudku menghancuri harapanmu mirah..  semua  terjadi begitu saja tanpa duga mirah. Aku sangat menghargaimu mirah.. Aku sangat menyayangimu.  Semua salah paham mirah.. Maafkan aku telah merobek semua rangkaianmu mirah..    dimana dirimu sekarang mirah...? Pulanglah mirah? " sesal diza.

RASA yang MEMBARA


Dikala ingin pergi dari segala sesakkan dada..

Yang tak mampu menerima kenyataan  menyakitkan.. 

Hentakkan batin menghantamku pada lara asaku. 

Memusnahkan segala  hastra suciku menjadi neraka sorakkan. 

Bila mana akan ku lontar pada bisikkan kesunyian... 

Dapatkan ku padamkan membaranya terhadap rasa ini.. 

Ingin lari sejauh mungkin .. 

Ingin  terbang setinggi mungkin..  

Ingin bebaas sebebas -bebasnya.. 

Namun tak bisa mampu ku menghindarinya... 

Ku pasrah pada hati yang tak mampu memahami,. 

Hanya  bisa terlena pada palsunya diduniaa.. 

Terjatuh tanpa arti.. 

Terserakkan pada kata.. 

Yang tak pernah selesai. 

24 november  2017

Sulitnya Memberi Pujian | Oleh : Tea Terina

Sulitnya Memberi Pujian


Hampir 99% orang di dunia ini menyukai pujian karena pujian mengandung energi yang bisa mencerahkan, memotivasi, membuat orang lain bahagia dan bersyukur serta membuat orang merasa dimanusiakan.
Tapi bagaimana jika kita sulit memberi pujian?
Coba renungkan bila hal itu terjadi pada kamu penyebabnya mungkin:
- Kamu tidak mencintai mereka secara tulus
- Kamu lupa bahwa setiap manusia itu unik
- Kamu sering gagal melihat orang lain secara apa adanya karena terperangkap dalam paradigma yang kamu buat sendiri.

Jika kamu sulit memberi pujian ,kamu harus mendapatkan waktu yang tepat.
Kuncinya?
Katakan sesuatu secara jujur dan nada suara yang tulus.

Tips agar kamu bisa memberi pujian:
1. Jangan pernah memberi pujian palsu
2. Jangan puji semua orang dengan cara yang sama.
3. Fokus pujian pada prestasi daripada ciri- ciri fisik
4. Pujilah dengan murah hati, tetapi tidak berlebihan.
5. Bacalah situasi.Jangan sampai pujian itu ditafsirkan sebagai pujian yang tidak tulus.
6. Perhatikan nada suara kamu.Jika tidak tepat kemungkinan suara kamu terdengar IRI pada orang yang kamu puji.
7. Katakan pujian itu di waktu yang tepat.
Pujian bisa berupa pada sebuah karya/ pekerjaan temanmu.Jangan pelit memuji jika hasil karya/ pekerjaan temanmu bagus. Minimal dengan memujinya maka kamu menjadi sahabat yang mengerti dia.
Semoga bermanfaat.

Tea Terina ~ 211117

Hari ini tanpa Android ,Nak...! | Oleh : Tea Terina

Hari ini tanpa Android ,Nak...!

Vara tak habis pikir, seingatnya hp nya tadi diletakkan di dalam tas. Tapi kini sudah tidak ada.Matanya mulai tertuju ke arah pintu kamar tidur yang setengah terbuka.

Dengan hati- hati ia mengintip dari balik pintu. Dilihatnya Nando ,anak laki- laki berusia 8 tahun itu memainkan hp nya sambil berbaring di tempat tidur.






"Nando , kembalikan hp tante Vara!"

"Nggak mau! tante telah merampas hp ku kemarin.Sebagai gantinya aku pakai hp tante." kata anak itu sambil menonton sesuatu yang ada di hp itu.

"Kamu nggak boleh buka hp itu ,tante akan mengajakmu bermain ke tempat yang indah."

"Nggak mau ,bosan aku tante.Ngajak ke mall kan? Sudah sering tante. Awas ya...nanti jika mama sudah pulang aku lapor mama karena sudah merampas hp ku!" katanya dengan suara keras.

"Bagaimana jika orang tua tante menghubungi tante ,padahal mereka sedang sakit?" tanya Vara

"Aku nggak peduli,salah sendiri tante mau kerja di sini." katanya sambil terus memainkan hp.
Deg!

"Tante dibayar mahal kan untuk menemani aku selama mama ke Korea?"
Vara terdiam.

Yah,ia terpaksa menerima tawaran Wulan, teman sekampusnya untuk menjadi pengasuh anak kakaknya karena ia membutuhkan uang saku. Orang tuanya di kampung yang sehari- hari buka warung baru saja menikahkan kakaknya yang pertama. Tentu saat ini kondisi keuangannya menipis.

"Lumayan Vara,kakakku sanggup membayarmu Rp 100.000 perhari.Di rumah itu sudah ada pembantu.Tapi ia hanya datang mulai jam 6 pagi sampai jam 2 siang. Kamu tidur di rumah kakak.Kerjamu hanya antar dan jemput Nando, temani belajar , main..dan biasalah anak kecil." kata Wulan.

"Kamu sendiri?" tanya Vara

"Please Vara ,ini kesempatan langka. Belum tentu ini ada seumur hidupku. Aku harus menemani kakakku ke Korea." katanya penuh harap.

"Bukankah kuliah kita sedang libur?"

***

Mengasuh anak kelas 2 SD sebetulnya tidak sulit.Apalagi di kampungnya ia sudah terbiasa merawat adiknya.

Tapi ini kehidupan di kota. Nando tumbuh menjadi anak yang terbiasa bermain hp. Ini salah satu cara yang mudah dilakukan mamanya Nando untuk memberi mainan anaknya.Mama Nando yang single parent bekerja di sebuah perusahaan yang mempunyai sedikit waktu untuk anak semata wayangnya.

***

Ini hari ketiga ia di rumah itu. HP Nando masih ia simpan di tempat rahasia. Risikonya hp Vara masih dibawa Nando. Kemana- mana anak itu tidak lepas dari hp Vara.
Sebetulnya ia ingin melakukan dengan cara kekerasan yaitu merampasnya dan membiarkan Nando menangis seharian.

Tapi Vara tidak ingin bertindak konyol semacam itu. Bibi Mari pembantu di rumah itu pasti akan melaporkan ke mama Nando.

Sebetulnya ia kasihan melihat Nando yang sehari- hari main hp.
Ia ingat artikel yang ia baca di surat kabar:

" Idealnya hp android diberikan ke anak setelah usia 12 tahun.Sebelum usia anak 12 tahun ,jika ia main hp maka akan terjadi Curiosity atau rasa penasarannya melonjak.Otak akan berpikir "Kalau saya menekan tombol ini,layarnya menampilkan apa ya? Hal itu membuat otak anak mudah mengakses hal- hal yang tidak layak."

***

"Nando,besok hari minggu kita undang temanmu ke rumah ya?" tanya Vara.

"Males tante, rumah mereka jauh." kata Nando sambil main hp.

"Besok tante menemui gurumu.Tante buat undangan untuk temanmu karena hari minggu itu hari ulang tahun tante."

"Masa merayakan dengan anak kecil?'

"Tante mau buat acara yang spesial."

***

Sabtu sore Vara membeli kertas warna- warni dan balon.Ia juga menyuruh Bi Mari membuat gado- gado untuk 20 anak.

Vara menghias ruangan dibantu Nando meski dengan sedikit ogah- ogahan.
Hari ini Vara sudah siap dengan acaranya.Ia melihat Nando begitu bersemangat merapikan ruangan.Bekas guntingan kertas yang tercecer lantai dibersihkan.

"Nando,diteras ada kulit buah mangga.Kemarin tante lupa membersihkan.Sebentar lagi temanmu datang.Kamu tentu malu rumahmu kotor bukan?"

Dengan bergegas ,anak itu membersihkannya dan membuang ke tempat sampah.

***

Hari ini teman- temannya sudah berkumpul.

"Adik- adik kita mulai permainan ini ya biar suasananya menyenangkan."
Vara menyuruh teman- teman Nando dengan posisi melingkar.Vara berada di tengah sambil membawa boneka laki- laki.

"Tante akan mendongeng.Tokohnya boneka ini tapi tante bingung kita beri nama siapa ya boneka ini?"
Teman- teman Nando diam.Mereka kelihatan malu menyebutkan nama.

"Baiklah, bagaimana jika namanya dimulai huruf N ayo angkat tangan siapa yang bisa?"

"Nanang."

"Nono."

"Nurdin."

"Nando."

"Wah,ada 4 nama.Kita pilih yang mana ya?" tanya Vara.

Teman- temannya berteriak ,"Nando.!.Nando karena sekarang kita ada di rumah Nando"
"Baiklah, Nando ini anak keluarga kaya tapi tidak sombong dan selalu ramah pada teman- temannya.
Wah, selain ramah dia punya sifat apalagi ya?" tanya Vara pada teman Nando.

"Ia suka traktir bakso."

"Ia suka menyontek waktu ulangan."

"Ia pernah dimarahi pak guru." kata teman- temannya sambil tertawa.

Vara melihat ekspresi Nando yang mulai agak malu.

"Ingat , ini bukan teman Nando kalian ya? Tapi ini Nando boneka mainan. Nando ini bercita- cita jadi youtuber. Ia bercita- cita seperti itu karena kesukaannya main hp."
Nando terlihat kaget.

"Nando boneka ini jika main hp yang ia cari gambar- gambar yang ada hubungannya dengan pelajaran di sekolah."

"Tante, main hp terus apa boleh?" tanya temannya.

"Tidak boleh ,anak seusia kalian harusnya mengutamakan belajar." jawab Vara.

"Oleh orang tuanya ,Nando boneka ini dilarang main hp sebelum usianya 12 tahun.Orang tuanya tidak ingin Nando jadi anak yang egois dan malas belajar. Jika malas belajar akan menjadi anak yang...?

"Bodoh!!!," kata teman- temannya hampir serempak.

Malamnya setelah acara selesai ,Nando mengetuk pintu kamarnnya.

"Tante , nih hp tante.Tentu tante memerlukan." katanya sambil menyodorkan hp nya
"Hp Nando masih tante simpan ya?"

"Ya tante, Nando tidak ingin jadi anak bodoh." katanya sambil berlalu meninggalkan Vara.

Nando tidak tahu bahwa hp Nando yang canggih dan mahal itu sering ia gunakan untuk internetan dan melakukan chatting dengan ibunya Nando.

Tamat

~ Tea Terina~ 51117