HeksaGraf - Sastra Enam Paragraf diciptakan oleh Jisa Afta

HeksaGraf dibentuk dengan menggabungkan dua kata yaitu diambil dari kata "Hexa" (Yunani: enam) dan "graf" (tulisan/paragraf)..

Kekeliruan Kategori Puisi di Sekolah dan Kampus

Di sekolah dan kampus, pelajaran Bahasa Indonesia mengajarkan pada kita semua bahwa Puisi tergolong dalam kategori teks fiksi atau karya fiksi. .

Apa itu DREB?

Dreb diciptakan oleh Jisa Afta, DREB adalah esensi dari sebuah cerita seperti menonton hanya scene paling intens dari sebuah film.

Proses dI balik DREB: PROYEK VANTA-VOID

Gambaran besar Proyek 'Vanta-Void' di dalam pikiran dan imajinasi liar:.

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI | Oleh : Tea Terina

Membaca judulnya memang menimbulkan penafsiran yaitu bangga memiliki buku puisi karya sendiri.

Misteri Kekuatan Kata - Kata Buku 5 Detik Jisa Afta | Oleh : Ria Mi




















Selektif dalam pemilihan kata ini tentu harus kita jelaskan yaitu bebas dari pornografi, sara dan kata kata kebencian umpatan atau kata-kata kasar yang ada dalam kehidupan." Anda tidak menggunakan sembarangan kata dalam menulis. Anda harus memilih kata-kata yang sangat anda pahami dan paling anda sukai. Anda tidak perlu memikirkan apakah kata-kata yang anda gunakan dipahami pembaca anda atau tidak. Yang oenting diri anda, ketika anda paham kata- kata yang anda tulis, maka akan sangat mudah menjelaskan kepada orang lain arti kata kata itu."(Jisa Afta: 5 Detik: 41)
Bagaimana penerapannya dalam proses Belajar mengajar mari kita simak penjelasan saya berikut. Teknik ini bisa dilakukan di dalam kelas apalagi di luar kelas. Pengerahan maksimal daya imajinasi anak akan mempermudah pelaksanaan pembelajaran dengan teknik ini.
Misal anak kita minta menyebut kata yang paling dia suka katakanlah

Ibu
Maka anak kita arahkan kata indah apa saja tentang ibu
Misalnya
Halus
Sabar
Luhur
Hormat
Kasih

Kita beri kesempatan untuk anak menyampaikan kalimat indah tentang ibunya dengan kata halus misalnya.
Ibuku bahasanya halus.
Kita ajak anak membandingkan dengan kalimat milik kita misalnya
Halus bahasa ibu menyentuh kalbuku.
Secara otomatis anak akan mengatakan kalimat yang kita tulis memiliki nilai rasa keindahan yang lebih indah dari kalimatnya. Dengan cara ini anak kita arahkan menulis kalimat indah atau semilir dengan cara yang menyenangkan. Dengan tidak langsung kita memberikan kesempatan kepada anak untuk menilai karyanya sendiri kemudian memperbaikinya.

Ria Mi

Penerapan Teknik Jisa Afta untuk Pembelajaran menulis puisi pada Siswa SMP | Oleh Riami






















Penerapan Teknik Jisa Afta/ Teknik Semilir untuk Pembelajaran menulis puisi pada Siswa SMP (Opini)
Mari kita simak pendapat penulis buku yang berjudul 5 detik ( Jisa Afta: 3)

"Saya tidak mengajari anda teori cara menulis. Buku ini akan membawa anda ke dalam alam berfikir sederhana, bebas, terbuka, imajinatif namun selektif dalam pemilihan kata." Hal itulah yang membuka pikiran saya untuk menuangkan ide tersebut ke dalam pembelajaran menulis sastra kususnya menulis puisi pada siswa SMP.
Bagaimana hal tersebut bisa kita jabarkan dalam proses pembelajaran untuk anak anak kita yang masih menduduki bangku sekolah menengah pertama yang biasanya enggan menuliskan idenya ketika pembelajar menulis khususnya puisi.
Kalimat berfikir sederhana yang dicetuskan mari kita translit kepada pola pikir anak anak. Ketika ia macet dalam pemikiran mari kita bawa pada pola berfikir sederhana misalnya uang saku, transport ke sekolah, tentang ibunya, ayahnya, adiknya atau apa saja tentang benda kesayangannya.
Bebas: sebaiknya anak diperbolehkan menentukan hal yang akan ditulis. Jangan dikekang pada tema yang ditentukan oleh guru. Terbuka: biarkanlah dulu dia mengapresiasi rasanya sesuai kalimat yang dia punyai.
Imajinatif: biarkanlah dia menghayalkan solusi terbaik buat masalah yang akan dia tuliskan. Bermain main dengan kalimatnya. Kita tugasnya adalah memfasilitasi dan mengarahkan agar pendapatnya tidak menyimpang dari norma norma yang ada dalam kehidupan ini.
Selanjutnya akan kita bahas pada selektif dalam pemilihan kata.

Ria Mi

10 KONTRIBUTOR TERATAS | TGL 13 Oktober 2017 | Grup Jisa Afta



10 KONTRIBUTOR TERATAS

Dari 2.242 ( dua ribu dua ratus empat puluh dua ) Anggota Grup Jisa Afta, Maka pada kesempatan ini Tanggal 13 Oktober 2017 saya mengumumkan penilaian selama 28 hari terakhir inilah nama-nama KONTRIBUTOR TERATAS yang telah aktif di GRUP INI, ke 10 Orang dengan Rangking KONTRIBUTOR TERATAS ini dinilai berdasarkan sistem rangking otomatis FACEBOOK (bukan penilaian saya pribadi).

10 KONTRIBUTOR TERATAS TGL 13 Oktober 2017 DI GRUP JISA AFTA, adalah :


Selamat yah teman-teman. Poin yang di kumpulkan ke 10 orang ini, bisa dilihat pada gambar berikut.
Noerjanah Trisula aktifitas tertinggi dalam 28 hari terakhir.

Selanjutnya untukk ke 9 orang lainnya dapat dilihat pada gambar.

Itulah sebab mengapa saya tidak mengizinkan komentar bermain-main di grup ini kecuali pada saatnya. Untuk menghindari nilai bias dari sistem rangking otomatis.

Trimakasih Kontribusinya pada ke 10 Orang dengan poin tertinggi.

Untuk bergabung ke grup silahkan klik link ini : GRUP JISA AFTA

Cttn :
Ke 10 Orang ini adalah termasuk dalam kategori paling aktif di grup Jisa Afta dalam berkomentar dan membuat postingan

Nama - Nama Bukit Puisi Indah Karya Penulis Hebat | Kuliah Online Jisa Afta
















Kuliah Online Selesai | Trimakasih 
Inilah Materi "IMAJINASI LIAR" Yang Saya Maksud :

Luar Biasa Grup Ini berhasil menciptakan kosa kata baru yang bisa masuk REKOR DUNIA atau minimal rekor MURI. Kata - kata baru. Seperti inilah saya membuat Video Kitab Semilir dan Buku Kitab Semilir.

Ini adalah daftar Bukit Indah yg belum pernah kalian kunjungi. Silahkan bertanya dan tunggu kehadiran buku para penulis hebat dibawah ini.

Berikut adalah JUDUL -JUDUL BUKU HEBAT, hasil inspirasi dari nama bukit misterius yg mereka kunjungi.

Inilah Karya - karya Hebat itu !

Noerjanah Trisula Bukit tunggul
Denissa Bukit luka
Rubi Rubiati Bukit rindu
Silvi Laeli Qodaria Bukit meto
Wulan Dari bukit biskuit
Rooha Sandy Bukit pelangi ....
P Bilqis AlMughni P.S Bukit bukit kenangan
Chinta Mutiara Senja Bukit senja
Heny Poer Mpoa bukit istirahat
Dessy Ariestya Bukit menguning
Rosidatul Hotimah Bukit Nglantru
Neni Haryati Bukit perhatian
Tutur Rahayu Bukit api api
Dilla As-syilla Bukit bintang*
Nike Rifa Bukit Menoreh
Sekar Arumm Bukit harapan
Fiia Oktaviana Bukit kopi
Ashifa Sabil bukit harapan UpAp;V
Livia Ervita Bukit abadi
Minah Mina Bukit elok
Ria Mi Bukit Keba
Sachiko Bukit coklat
Vivi Alidia Yahya Bukit bisu
Lesmana Putra Bukit berbunga
Wilis Palupisari Bukit penantian
Inke July'a Bukit kehidupan
Sri Lestarii bukit kejora....
Purnama Raya Bukit sajak
Putri Tanjung Biru bukit mati
Essy Febrianti Bukit absurd
Purnama Raya Bukit barisan
Aries Faindah Bukit Gandana
Indriyani Agustina bukit kenangan
Tiqom Tarra Bukit abadi

Inilah bukti bahwa kalian sebenarnya PENULIS HEBAT YANG BELUM PERNAH BERANI menulis hal ini dalam sebuah kisah buku. Mulailah menulis.

Kuliah Online Selesai.

TERIMA KASIH

SEPERTI ITULAH YANG SAYA SEBUT "IMAJINASI LIAR"

@JA

Hanya “membuang”





Bagaimana cara kamu menciptakan patung yang luar biasa indah ini?”

“saya tidak menciptakan, saya hanya membuang bagian-bagian terburuk dari batu ini.

Kesempurnaan dan keindahan batu ini tertutupi oleh bagian-bagian yang tidak penting

Tugas saya hanya membuang yang menghalangi keindahan batu ini, jadi saya tidak “mencipta” tapi hanya “membuang”.

Setelah semua yg terburuk dan tidak penting terbuang, maka yg tersisa adalah bagian-bagian indah dari batu dan jadilah patung yang indah.

Buanglah hal terburuk dari pikiran anda yang menutupi cahaya imajinasi dan buah karya pikiran anda. Karya itu tidak perlu di ciptakan, ia sudah ada didalam diri mu. Tugas kita adalah membuang yang menghalangi cahayanya. Sehingga kamu bisa menangkap cahaya karya mu.

@JA

Kopi dan Pena | Liar, Lincah dan Bebas - PARODI SKETSA | JISA AFTA



Kopi dan Pena | Liar, Lincah dan Bebas

PARODI SKETSA | JISA AFTA 

aHAIdee...
lagi, aku teguk seteguk... menikmati dingin dan pesona senyummu adalah dua hal yang tak bisa kunisbatkan dengan tinta.

Aku bukan pemujamu tapi aku pengoleksi senyum, siapa suruh kau memulai memajang foto senyum diberanda facebookmu, maka jadilah kau salah satu koleksi senyum para wanita yang lewat di beranda facebook ku 

Aku pengumpul mata indah, siapa suruh kau meng unggah foto matamu yang terpasang dengan rapi oleh Tuhan di antara lesung pipi dan dahi mu yang bening.

Kau baru saja membuatku jadi bajak laut di antara padang foto.

"jisa, kau mulai deh... hehhe " kata si liar dalam jiwaku

"nggak ko, biasa aja tuh,,," kataku pada si liar

"tapi kau begitu kasar pada para wanita yang ikhlas memberikan rahmat wajahnya di facebook, kau kasar jisa" kata si liar lagi.

"hmmm, iya juga, maaf kan aku liar, mungkin kaulah yang membuat ku begini."

Kopi dan Kebebasan

lidahku mengecap, cairan hitam bercampur gula pasir, ada kafein, kata ahli itu racun yang bisa membunuh, sebagian ahli bilang itu bagus untuk membunuh kuman di mulut,

lidahku mengulum cairan kental hitam itu, glukosa di dalam tenggorokanku bercampur dengan rasa bosan ditambah sepotong angan yang baru saja kujual di pasar ikan.

"ahhh jisa, percuma, kau selalu begitu, lihatlah dirimu tak berarti sama sekali, wajahmu memang tak tampan tapi kau sungguh macho untuk ukuran lelaki"

si liar terus menggoda imanku yang selalu ingin berjalan ke arah lurus

"terus, apakah akau harus bilang wowww gitu " gumamku 

hei,,,,
aduhai,,,
kita telah tiba
ada gadis lincah yang berhenti dipersimpangan lamun
tertegun batin
ingin mengalun dalam ranum
percuma engkau bingung
sebab hari ini tak ada
esok pun tak ada
yang ada itu tiada

"jisa, kau mulai gila aku kenal dirimu sebaik aku membunuhmu dengan ruh ku yang hebat"

aku dan si liar setiap malam bermain bersama
diantara dalamnya makna kopi dan pena.

@JA

Cinta Pertama | Manja, Gila dan Penuh Tangis - PARODI SKETSA | JISA AFTA




Cinta Pertama | Manja, Gila dan Penuh Tangis

PARODI SKETSA | JISA AFTA

Aku cemburu pada cara kawan lelakimu yang bercanda dan membuat mu tertawa. Diam diam aku mengikutimu dari belakang, samping dan dari sisi paling gelap dan sepi jiwaku. 

Aku membayangkan, apa yang akan aku lakukan bila secara kebetulan bertemu tak sengaja denganmu ditempat yang telah di takdirkan Tuhan untuk kita, entahlah bisa jadi bukan untuk kita, tapi hanya untuk tempat yang memang sengaja dibebaskan oleh Dia sebagai tempat bertemunya semua orang yang mempunyai kebebasan untuk terhempas ditempat yang sama secara kosmos atau kosmologi.

"ahaiiii,,, jisa, kamu sedang jatuh cinta atau sedang kuliah sih?" bisik si perasa pada telingaku yang mulai tak mendengar.

Aku cemburu pada jepit merah yang selalu melekat dan bersembunyi diantara hitam dan menjuntai nya rambut indahmu. Aku cemburu pada suaramu yang selalu lalu lalang dari proses diafragma menuju bibirmu yang selalu berucap...

"lihatlah aku dengan keyakinan, bukan dengan tanya dan bertanya dalam diam mu, jisa"

Aku selalu ingin tahu apa yang kau pikirkan ketika malaikat bertandang disekitar kamar dan jendela tidurmu, ingin aku temani malaikat itu melihatmu marah atau tersenyum di siang dan malam hari.

Aku selalu ingin membunuh rasaku agar aku tak lagi berusaha menjadi orang lain dan kusebut diri ku "berharap" pada bayangmu dibelantara ketidakpastian rasa ini.

Aku tak tahu harus berbuat apa bila matamu sedang melihatku, apakah yang harus kugerakkan lebih dulu, jari-jariku kah, kakiku, atau memalingkan rasa malu ku dengan cara mengatakan

"kamu lebih cantik dari yang pernah kubayangkan"

Lalu apakah ini yang disebut cinta

"hmmm jangan pernah percaya dengan pandangan pertama mu , jisa, sebab kau lupa satu hal, bahwa kau hanya sedang kagum pada kebodohan mu yang baru pertama kali melihat wanita cantik" ungkap si perasa sembari menarik lengan bajuku, seolah ia hendak mendorongku ke jurang.

aku membela diri, aku ambil pisau, aku tikam si perasa dengan segenap amarah ku

"mati kau!!! kau tak pernah bisa membuatku percaya pada diriku sendiri, enyah kau dari sini!!!" sambil kucongkel matanya sampai ia buta.

Kini aku bebas, tak mudah jatuh cinta lagi.
Pandangan pertama telah kulupakan, cinta didalamnya telah ku kubur hidup-hidup dalam cawan penuh darah penantian.

Aku dan kebebasan terkadang sering minum kopi bersama, kukatakan padanya...

"kawan, apakah jalanku sudah benar?" kataku

si kebebasan hanya tersenyum sambil nungging dihadapanku

aku sapa dia

"hei, kau sedang apa, bebas??" tanya ku lagi.

dia hanya terus nungging dan skarang dia kelihatan bersujud, tiba tiba dari mulutnya keluar darah merah kehitaman kental bagai daging busuk.

"kenapa kau, bebas? tanyaku

dan si bebas akhir nya berbisik padaku sebelum menarik nafas terakhirnya...

"jisa, aku pergi darimu, bila aku bersama mu, aku bisa gila"

"hahahhahah  " aku ketawa semati-matinya dihadapan kebebasan, seolah aku ingin tumpahkan kopi ini ke wajah lugunya yang tak lucu tapi lucu.

"jangan ktawa kawan, aku serius"

kulihat si bebas kali ini benar-benar serius, tak biasanya dia seperti ini.

Aku ambil lukisan wajah kekasih yang diam-diam kucintai dan telah di jemput malaikat ke surga.

"apakah kau mengenali wajah ini, kawan?" tanyaku

"aku tak perlu mengenali wajah kekasihmu yang tak sempat kau datangi dengan cinta, sebab aku yang membawanya ke surga bersama seribu kisah diperjalanan diatas titian indah itu.
dia bercerita tentang mu, jisa, bahwa dia sangat menunggumu di surga dengan cinta mu atau tanpa cinta pertama dihati mu yang pendiam itu."

@JA