Skip to main content

BELAJAR MENULIS PUISI | Oleh Tea Terina


























BELAJAR MENULIS PUISI

Sebelum menyampaikan materi Teks Puisi, aku melakukan tanya jawab dulu dengan para siswa kelas 8. Saat kutanya, siapa yang pernah menulis puisi.Dari 30 siswa hanya 1 anak yang angkat tangan. Aku berpikir pasti para siswa mengalami kesulitan dalam menulis puisi.

Lalu aku menanyakan kesulitan yang dialami siswa. Ternyata rata- rata siswa menjawab: sulit memilih kata- kata, sulit merangkai kata kata menjadi kalimat ,sulit menulis bait- baitnya.

Hari ini aku mencoba melatih siswa menulis puisi dengan metode Jisa Afta , penulis buku Kitab Semilir yang kupelajari di pembelajaran online facebook Jisa Afta.

Menulis puisi harus didasarkan pada alam berpikir : sederhana, bebas, terbuka, dan imajinatif.

Keempat hal tersëut saya praktikkan dalam proses pembelajaran teks puisi dengan tahapan:

1.memproduksi kata, 2.merangkai kata menjadi baris kalimat yang indah,3.syarat puisi indah 4. latihan menulis puisi 1 bait.

Ah,...sayang sekali hari ini waktu 2x45 menit tidak cukup untuk materi ini.Hari ini hanya sampai memproduksi kata dan merangkai kata menjadi kalimat yang indah.

Tea Terina ~ 61017

Comments

  1. Teknik Jisa Afta dapat memudahkan siswa dalam menulis puisi.Imajinasi siswa dalam menulis puisi dapat membentuk keluasan kisah di dalamnya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan tulis komentar disini

Popular posts from this blog

HeksaGraf - Sastra Enam Paragraf diciptakan oleh Jisa Afta

HeksaGraf atau Sastra Enam Paragraf, merupakan seni sastra berbentuk cerpen enam paragraf yang diciptakan oleh seorang penulis bernama Jisa Afta. Kata HeksaGraf merupakan kata baru yang disusun oleh Jisa Afta. Kata HeksaGraf dibentuk dengan menggabungkan dua kata yaitu diambil dari kata "Hexa" (Yunani: enam)  dan "graf" (tulisan/paragraf). Ciri dan Struktur HeksaGraf Cerpen enam paragraf atau sastra pendek enam paragraf memiliki ciri dan struktur sebagai berikut: Ciri HeksaGraf - Struktur enam paragraf - Maksimal 555 kata - Tiap paragraf maksimal 1 dialog atau tanpa dialog Struktur HeksaGraf 1. Paragraf Pertama - Pembukaan (Opening) 2. Paragraf Kedua - Konflik (Problem) 3. Paragraf Ketiga - Penyelesaian / Penutup (Resolution or Ending) 4. Paragraf Keempat - Kondisi Tokoh Saat pasca Ending  5. Paragraf Kelima - Plot Twist (menghasilkan penyangkalan Resolution di paragraf 3) 6. Paragraf Keenam -- Klimaks - Konklusi final atau Ending yang Menggantung (tanpa resolusi). ...

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI | Oleh : Tea Terina

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI Membaca judulnya memang menimbulkan penafsiran yaitu bangga memiliki buku puisi karya sendiri atau bangga memiliki buku puisi karena membeli. Perasaan terakhirlah yang dialami  Mila Putri , siswa SMPN 2 Pagak yang masih kelas 7. Penyuka puisi sejak SD tetapi merasa belum bisa menulis puisi dengan baik ini, merasa bangga dan senang setelah menerima kiriman buku Nazam Tak Berdahak karya  Jisa Afta . Sebagai guru saya ingin mengetahui kesannya setelah memb aca buku tersebut. Saya beri waktu kurang lebih 3 hari. Apa komentarnya? Indah, bahasanya banyak yang imajinatif dan penuh makna tetapi ada bagian yang belum dipahaminya. Saya paham jawabannya karena ia masih perlu belajar untuk mengenali puisi khas Kitab Semilir karya Jisa Afta.  Saya berharap setelah membaca seluruh isi buku itu, ia bisa belajar menulis puisi tanpa menunggu sampai di kelas 8 karena di kls 8 ada materi pembelajaran Teks Puisi. Dan ia punya pilihan menulis puis...

Perbedaan Terkenal dan Hebat

Orang terkenal, belum tentu hebat. Orang yang disukai banyak orang, belum tentu hebat. Orang yang populer belum tentu hebat. Sebab bisa jadi seseorang terkenal karena perilaku uniknya yang tidak mendidik Atau bisa jadi seseorang disukai banyak orang karena ia berwajah tampan atau cantik saja Dan bisa saja seseorang populer karena melakukan penistaan agama, misalnya. Sebelum anda menjadi penulis, apa tujuan anda? Menjadi orang terkenal atau orang hebat? Buku ini akan menjadikan anda hebat, bukan terkenal. Hebat dalam pengertian buku ini adalah Anda menjadi penulis untuk di kagumi pembaca. Bukan untuk menjadi populer. Lalu anda bertanya dalam hati, “untuk apa hebat kalau tidak populer?” Jawabannya nanti di pertengahan buku ini. Sudah siapkah anda menjadi penulis hebat? Mari kita mulai,