Skip to main content

BEKAR | Bedah Karya #19 Rahasia Edelweis

Bedah Karya

Rahasia Edelweis


Naskah: Flash Fiction

Judul: Rahasia Edelweis

Penulis : Adalah Anggota GRUP FB Jisa Afta ( Bisa Jadi dia Lagi Chatingan sama dirimu) jadi berkomentar lah yg sopan dan berikan masukan atau pujian yg ikhlas.
Selamat Membedah Karya Luar Biasa Ini :



Rahasia Edelweis


"Dia itu mutan Edelweis, dan dia akan menumbalkan mu untuk kesuburan tanah Green Village ini!".

Sekujur tubuhku terasa tersengat ratusan Mega volt. Oleh pengakuan Mrs Brenda, ibu Kevin. Pemuda yang menjadi navigatorku selama di desa ini. Selanjutnya dengan tanpa perasaan dia menambahkan.

"Hanya kau yang dapat menyelamatkan penduduk desa ini, tepat disaat kau menjadi Nyonya John Patrick".

John Patrick adalah seorang pemuda tampan dengan wajah yang pucat dan sorot mata yang tajam. Dia hampir tidak pernah tersenyum menurutku. John juga pemilik hampir seluruh tanah pertanian di desa Green Village ini. Dan dia menyewakan tanah-tanahnya pada para petani di desa ini, termasuk pada Kevin.

" Tetapi mengapa harus aku? Aku hanya seorang perempuan pendatang". Tanyaku polos sembari terbayang kembali lamaran kilat yang kuterima seminggu yang lalu. Padahal kami baru saling mengenal dan mengobrol beberapa kali dan yah..Sekali berdansa bersama sewaktu pesta tahunan. Dan disaat itu aku pikir dia menembakkan panah asmara nya tepat di jantungku. Semua terasa tergesa.

"Karena namamu adalah Edelweis, dia tidak pernah menyukai bunga edelweis. Bukankah kau lihat sendiri betapa marah nya dia ketika salah seorang penyewa tanah nya menanam edelweis?".

"Hhhh... Sekarang aku harus bagaimana Mrs. Brenda?, Lusa adalah hari pernikahan ku."

Tiba-tiba aku meratap cemas. Mrs. Brenda memberi isyarat pada Kevin untuk membisiki ku.

"Baiklah, semoga apa yang akan kulakukan mampu melepaskan kalian dan penduduk desa ini dari kutukan si mutan John.

******************
Aku begitu gelisah, setelah pernikahan tadi siang. Dan malam ini John akan mendatangiku sebagai pengantin wanitanya. Aku bergidik membayangkan wajah John yang akan berubah menjadi monster menakutkan di malam pertamaku dan menghabisiku sebagai tumbal nya. Pintu kamar berderik, John terlihat masuk dan wajahnya begitu pucat. Dia masih mengenakan setelan jas pernikahan siang tadi.

"Edelweis, istriku. Ada yang akan kutunjukkan padamu sebelum kita bersama malam ini".

John menyeringai mengerikan, sekilas kulihat dia meraba saku jas nya sembari memelukku erat sehingga aku susah bernafas dan....

Brakkkkkkk....

Darah menetes di gaun putihku. Aku merasa melayang jauh dari tubuhku. Kulihat John ambruk tertelungkup didepan mataku dengan tusuk rambut ku tepat mengenai jantungnya.

Matilah kau John, rutuk ku. Aku membalikan tubuhnya dan melihat dibelakang saku jas nya. Hmmm...Hanya surat? Batinku heran.

Edelweis isteriku.
Aku ingin menjawab pertanyaan mengapa aku begitu terburu-buru menikahi mu. Ayahku dahulu adalah seorang ahli botani yang berhasil membuat tanaman menjadi hidup seperti manusia. Tetapi penemuan itu berakhir tragis. Leluhurku mengutuk serum penemuan ayahku. Semua penduduk desa ini akhirnya terinfeksi serum ayahku. Dan bisa kau tebak, semua penduduk desa ini adalah mutan. Bunga edelweis adalah makanan penguat tubuh mereka, maka jangan heran kalau aku melarang mereka menanam bunga itu. Tetapi dengan memakan bunga edelweis yang ditanam oleh tangan seorang yang bernama sama dengan bunga itu, maka kutukan itu akan hilang.

Edelweis ku sayang, Terimakasih telah bersedia menikah denganku dan membantuku menyelamatkan penduduk desa ini.

Suamimu
John Patrick

Aku melolong, apa yang telah kulakukan pada suamiku? Tiba-tiba kudengar suara pintu depan berderit, aku segera beranjak mengintip dari balik pintu kamar. Kulihat Mrs.Brenda dan Kevin menjulurkan lidah panjangnya padaku.

Medan, 25 Juli 2017

TAMAT -


·         Kirim cerpen kamu ke Email: jisaafta@gmail.com ( cantumkan akun Fb kamu di email) 



      Penulis: Choliza Nasution

Comments

Popular posts from this blog

HeksaGraf - Sastra Enam Paragraf diciptakan oleh Jisa Afta

HeksaGraf atau Sastra Enam Paragraf, merupakan seni sastra berbentuk cerpen enam paragraf yang diciptakan oleh seorang penulis bernama Jisa Afta. Kata HeksaGraf merupakan kata baru yang disusun oleh Jisa Afta. Kata HeksaGraf dibentuk dengan menggabungkan dua kata yaitu diambil dari kata "Hexa" (Yunani: enam)  dan "graf" (tulisan/paragraf). Ciri dan Struktur HeksaGraf Cerpen enam paragraf atau sastra pendek enam paragraf memiliki ciri dan struktur sebagai berikut: Ciri HeksaGraf - Struktur enam paragraf - Maksimal 555 kata - Tiap paragraf maksimal 1 dialog atau tanpa dialog Struktur HeksaGraf 1. Paragraf Pertama - Pembukaan (Opening) 2. Paragraf Kedua - Konflik (Problem) 3. Paragraf Ketiga - Penyelesaian / Penutup (Resolution or Ending) 4. Paragraf Keempat - Kondisi Tokoh Saat pasca Ending  5. Paragraf Kelima - Plot Twist (menghasilkan penyangkalan Resolution di paragraf 3) 6. Paragraf Keenam -- Klimaks - Konklusi final atau Ending yang Menggantung (tanpa resolusi). ...

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI | Oleh : Tea Terina

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI Membaca judulnya memang menimbulkan penafsiran yaitu bangga memiliki buku puisi karya sendiri atau bangga memiliki buku puisi karena membeli. Perasaan terakhirlah yang dialami  Mila Putri , siswa SMPN 2 Pagak yang masih kelas 7. Penyuka puisi sejak SD tetapi merasa belum bisa menulis puisi dengan baik ini, merasa bangga dan senang setelah menerima kiriman buku Nazam Tak Berdahak karya  Jisa Afta . Sebagai guru saya ingin mengetahui kesannya setelah memb aca buku tersebut. Saya beri waktu kurang lebih 3 hari. Apa komentarnya? Indah, bahasanya banyak yang imajinatif dan penuh makna tetapi ada bagian yang belum dipahaminya. Saya paham jawabannya karena ia masih perlu belajar untuk mengenali puisi khas Kitab Semilir karya Jisa Afta.  Saya berharap setelah membaca seluruh isi buku itu, ia bisa belajar menulis puisi tanpa menunggu sampai di kelas 8 karena di kls 8 ada materi pembelajaran Teks Puisi. Dan ia punya pilihan menulis puis...

Cerpen DI UJUNG TAHUN | Tea Terina

Cerpen DI UJUNG TAHUN Setahun hampir lewat, tapi Anita belum bisa melupakan peristiwa 2 bulan lalu yang membuatnya harus memutuskan tetap bertahan atau berpisah dengan suaminya yang telah menemaninya sejak 10 tahun. "Aku butuh waktu. Bisakah aku berpisah denganmu,Mas? Sementara anak kita masih butuh perhatian dan kasih sayang orang tuanya. Bisakah aku memaafkan apa yang telah kamu lakukan? Aku telah berusaha menjadi istri terbaik bagimu tapi kamu telah berubah..." Suara hati Anita Ia perlu waktu dengan keputusannya. Memorinya kembali kedua bulan yang lalu. .... Anita mulai diliputi kecemasan setelah membaca isi HP suaminya yang secara tidak sengaja ia temukan di bawah bantal. Semalam ia memang tidak tidur sekamar dengan suaminya karena menemani Aqila, anak semata wayangnya yang masih berusia 7 tahun. Semalam ia minta ditemani mengerjakan PR. " kta ketemuan di restoran seperti biasanya ya,mas." Tulisan dengan huruf kecil semua y...