Skip to main content

TEKNIK MENGHINDARI PENGULANGAN KATA DALAM MENULIS PUISI | Riami



TEKNIK MENGHIDARI PENGULANGAN KATA DALAM MENULIS PUISI

Oleh: Riami


Ketika kita menulis puisi kadang kadang terasa susah menuliskan atau menghindari pengulangan kata yang tidak penting. Perhatikan contoh berikut:


Aku rasa aku sangat #_mencintaimu sungguh #_mencintaimu #_butuhpengorbanan dan #_butuh ketulusan.
Perhatikan yang saya ketik hitam sebenarnya tidak perlu diulang karena itu bisa menimbulkan rasa bosan pada pembaca.

Bagaimana untuk menghindari hal tersebut. Dalam perenungan menulis saya menemukan teknik yang sederhana yaitu dengan menggunakan sinonim atau persamaan kata, antonim atau lawan kata serta makna luas dan sempit.

Bagaimana kita menggunakan sinonim untuk menghindari pengulangan dalam menulis puisi. Perhatikan penjelasan berikut. Sinonim adalah bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama. (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Misalnya:
Bisa sama dengan dapat


Lihatlah contoh berikut yang tidak mengulang kata dengan sinonim kata bisa dan dapat.
Engkau bisa tersenyum melukaiku


Sedang aku dapat tertawa melempar luka ke dalam jurang jiwa kemeranaanku

Sekarang dengan menggunakan antonim atau lawan kata.


Antonim adalah kata yang berlawanan makna dengan kata lain.(Kamus Besar Bahasa Indonesia) misalnya buruk adalah lawan dari baik, besar adalah lawan dari kecil.


Kita akan coba menulis puisi dengan menggunakan lawan kata agar terhindar dari pengulangan.
Betapa besar kesalahanmu padaku aku menganggapnya kecil. 


Kesetiaanku dalam batinku tetap mengingat baikmu dan dalam rasaku yang terkadang juga buruk.

Nah, sekarang kita akan mengenal makna luas dan makna sempit. Makna luas adalah makna yang terkandung pada sebuah kata lebih luas dari yang diperkirakan. (Djajasudarma: Semantik 2: 10) Lebih lanjut dicontohkan kata "Kursi" ini kata umum, kata khususnya "Kursi roda"
Maka saya berasumsi bisa membuat kata " melihat" ini umum kata khususnya melirik, melotot, memperhatikan.
Inilah contoh puisinya

Aku melihat awan melirik angin yang mengejarnya.

Mudah bukan untuk menghindari pengulangan kata dalam menulis puisi. Kita hanya perlu tiga hal sudah kreatif dan tidak membosankan. Yaitu menggunakan sinonim, antonim dan kata yang memiliki makna luas lalu dipersempit.
Artikel tersebut saya tulis karena terinspirasi kalimat Jisa Afta, "Anda ingat lagi buku yan terakhir pernah membuat anda jenuh membaca, pasti anda sudah lupa saya bantu jelaskan, yang membuat anda jenuh dalam membaca buku adalah pengulangan kalimat yang sama di beberapa halaman buku tersebut. ( Jisa Afta, dalam Buku 5 Detik hal. 19).

Tulisan ini saya rinci untuk memenuhi teori menulis PTK menulis puisi di SMP.
Selamat mencoba dan berkarya.


Ria, 4 Desember 2017



Comments

Popular posts from this blog

HeksaGraf - Sastra Enam Paragraf diciptakan oleh Jisa Afta

HeksaGraf atau Sastra Enam Paragraf, merupakan seni sastra berbentuk cerpen enam paragraf yang diciptakan oleh seorang penulis bernama Jisa Afta. Kata HeksaGraf merupakan kata baru yang disusun oleh Jisa Afta. Kata HeksaGraf dibentuk dengan menggabungkan dua kata yaitu diambil dari kata "Hexa" (Yunani: enam)  dan "graf" (tulisan/paragraf). Ciri dan Struktur HeksaGraf Cerpen enam paragraf atau sastra pendek enam paragraf memiliki ciri dan struktur sebagai berikut: Ciri HeksaGraf - Struktur enam paragraf - Maksimal 555 kata - Tiap paragraf maksimal 1 dialog atau tanpa dialog Struktur HeksaGraf 1. Paragraf Pertama - Pembukaan (Opening) 2. Paragraf Kedua - Konflik (Problem) 3. Paragraf Ketiga - Penyelesaian / Penutup (Resolution or Ending) 4. Paragraf Keempat - Kondisi Tokoh Saat pasca Ending  5. Paragraf Kelima - Plot Twist (menghasilkan penyangkalan Resolution di paragraf 3) 6. Paragraf Keenam -- Klimaks - Konklusi final atau Ending yang Menggantung (tanpa resolusi). ...

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI | Oleh : Tea Terina

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI Membaca judulnya memang menimbulkan penafsiran yaitu bangga memiliki buku puisi karya sendiri atau bangga memiliki buku puisi karena membeli. Perasaan terakhirlah yang dialami  Mila Putri , siswa SMPN 2 Pagak yang masih kelas 7. Penyuka puisi sejak SD tetapi merasa belum bisa menulis puisi dengan baik ini, merasa bangga dan senang setelah menerima kiriman buku Nazam Tak Berdahak karya  Jisa Afta . Sebagai guru saya ingin mengetahui kesannya setelah memb aca buku tersebut. Saya beri waktu kurang lebih 3 hari. Apa komentarnya? Indah, bahasanya banyak yang imajinatif dan penuh makna tetapi ada bagian yang belum dipahaminya. Saya paham jawabannya karena ia masih perlu belajar untuk mengenali puisi khas Kitab Semilir karya Jisa Afta.  Saya berharap setelah membaca seluruh isi buku itu, ia bisa belajar menulis puisi tanpa menunggu sampai di kelas 8 karena di kls 8 ada materi pembelajaran Teks Puisi. Dan ia punya pilihan menulis puis...

Perbedaan Terkenal dan Hebat

Orang terkenal, belum tentu hebat. Orang yang disukai banyak orang, belum tentu hebat. Orang yang populer belum tentu hebat. Sebab bisa jadi seseorang terkenal karena perilaku uniknya yang tidak mendidik Atau bisa jadi seseorang disukai banyak orang karena ia berwajah tampan atau cantik saja Dan bisa saja seseorang populer karena melakukan penistaan agama, misalnya. Sebelum anda menjadi penulis, apa tujuan anda? Menjadi orang terkenal atau orang hebat? Buku ini akan menjadikan anda hebat, bukan terkenal. Hebat dalam pengertian buku ini adalah Anda menjadi penulis untuk di kagumi pembaca. Bukan untuk menjadi populer. Lalu anda bertanya dalam hati, “untuk apa hebat kalau tidak populer?” Jawabannya nanti di pertengahan buku ini. Sudah siapkah anda menjadi penulis hebat? Mari kita mulai,