Skip to main content

Cerita_Bersambung AYO SEKOLAH MIKAYL Bagian Ke 4 | Oleh Riami


Bagian ke_4

AYO SEKOLAH MIKAYL
Penulis: Riami


Riuh kelas ini sama sekali tidak mempengaruhi hati Havinda.Ia tetap murung.Beberapa hari ini ia debat dengan ayahnya.
" Hai kenapa melamun" seru Rinda sambil menepuk bahu Havinda. "Aku tidak melamun Rinda, aku sedang memikirkan ayah." "Kenapa ayahmu."
"Ayah mengajakmu tinggal di Belanda dan sekolah di sana." "Lalu kenapa? Kan asyiik itu," kata Rinda. "Iya, tapi aku lebih suka sekolah di sini saja di Indonesia." "Kenapa?" "Ah kamu tidak mengerti Rinda bahwa selama ini aku sedang menyimpan nama, senyum itu selalu menggoda dalam degupku. Mikayl, tapi apa bangganya merindukan kamu yang jarang hadir di kelas ini? Apa tidak lebih baik aku ikut ayah saja ya?"
"Hai ngelamun lagi!" lagi-lagi suara Rinda mengagetkanku. "Ah enak aja, siapa melamun, aku sedang memikirkan bagaimana pamit sama kau dan mikayl untuk sekolah di Belanda. Aku merasa berat berpisah dengan kalian. Bagaimana pun kamu sahabatku yang sangat perhatian terhadapku. Sedang Mikayl wajahnya pernah lebam karena menolongku dari gangguan anak-anak preman itu." "Heem kau sedang jatuh cinta ya dengan Mikayl?"
"Di bilang begitu tapi aku juga tidak sanggup menghadapi kemalasan Mikayl untuk hadir di sekolah." "Ah, kamu masih SMA, nanti masih kuliah lebih pikirkan belajarmu dulu daripada mikir Mikayl." "Logikaku juga begitu Rinda, tapi kadang peraanku ini, susah sekali menghapus wajah Mikayl."
"Nanti siang antar surat ini ke Mikayl ya." "Ah buat apa kirim surat kan kalian ada hp." "Belakangan ini Mikayl jarang buka WA ku entah kenapa. Lagian kalau saya tulis di selembar kertas mungkin lebih berkesan. Aku harap Mikayl berubah suatu hari nanti."
Lalu Hafinda menulis sebuah pesan untuk sahabatnya Mikayl yang hari ini juga bolos sekolah. Lalu memberikannya ke Rinda untu disampaikan ke Mikayl. Sore hari Rinda ke tempat bengkel Mikayl hanya untuk memberikan suratnya Havinda. "Mikayl! Ini surat dari Havinda! Ngapain nulis surat segala." Ah gaya cueknya itu bikin aku jutek juga. "Baca saja, nanti sebab dia akan ikut ayah nya ke Belanda! "Ke Belanda? tanya Mikayl sambil tidak berhenti melayani bengkelnya. "Aku pulang dulu mo kerjakan tugas." "Ya" jawab Mikayl tanpa menoleh padaku gerutu rinda. Sore hari setelah bengkel tutup dan mandi Mikayl ingat surat dari Havinda. Ia mulai membuka dan membacanya
"Assalaamualaikum Mikayl, aku mau ucapkan banyak terima kasih karena kau pernah menolongku. Mungkin ini caraku membalas budimu. Ayo sekolah Mikayl, kuharap tulisan sederhana ini jangan kau buang. Bila masih ada kesempatan suatu saat berjumpa aku ingin ini sebagai bukti kita pernah bersahabat. Aku mohon maaf kalau selalu mengingatkan kamu untuk sekolah, setelah ini mungkin tak kan kuingatkan lagi karena aku akan ikut papa ke Belanda dan menggunakan nomor baru. Maaf aku tidak memberiku nomor baruku ke kamu. Biar aku tidak tergelitik untuk bilang ayo sekolah Mikayl, lewat ponsel. Trimakasih Mikayl.
Mikayl melipat surat dan memasukkan di kotak tempat menyimpan DVD. Ada perasaan yang menyayat dalam hatinya.Sore ini ia di rumah Zuhdi sendiri karena ibunya Zuhdi bersama temannya itu mengecek cabang bengkel di dekat kantor kecamatan. Angin dan gerimis menjelang magrib ini menemani hatinya Mikayl yang gundah.
Ria, 21 Desember 2017




Comments

Popular posts from this blog

HeksaGraf - Sastra Enam Paragraf diciptakan oleh Jisa Afta

HeksaGraf atau Sastra Enam Paragraf, merupakan seni sastra berbentuk cerpen enam paragraf yang diciptakan oleh seorang penulis bernama Jisa Afta. Kata HeksaGraf merupakan kata baru yang disusun oleh Jisa Afta. Kata HeksaGraf dibentuk dengan menggabungkan dua kata yaitu diambil dari kata "Hexa" (Yunani: enam)  dan "graf" (tulisan/paragraf). Ciri dan Struktur HeksaGraf Cerpen enam paragraf atau sastra pendek enam paragraf memiliki ciri dan struktur sebagai berikut: Ciri HeksaGraf - Struktur enam paragraf - Maksimal 555 kata - Tiap paragraf maksimal 1 dialog atau tanpa dialog Struktur HeksaGraf 1. Paragraf Pertama - Pembukaan (Opening) 2. Paragraf Kedua - Konflik (Problem) 3. Paragraf Ketiga - Penyelesaian / Penutup (Resolution or Ending) 4. Paragraf Keempat - Kondisi Tokoh Saat pasca Ending  5. Paragraf Kelima - Plot Twist (menghasilkan penyangkalan Resolution di paragraf 3) 6. Paragraf Keenam -- Klimaks - Konklusi final atau Ending yang Menggantung (tanpa resolusi). ...

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI | Oleh : Tea Terina

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI Membaca judulnya memang menimbulkan penafsiran yaitu bangga memiliki buku puisi karya sendiri atau bangga memiliki buku puisi karena membeli. Perasaan terakhirlah yang dialami  Mila Putri , siswa SMPN 2 Pagak yang masih kelas 7. Penyuka puisi sejak SD tetapi merasa belum bisa menulis puisi dengan baik ini, merasa bangga dan senang setelah menerima kiriman buku Nazam Tak Berdahak karya  Jisa Afta . Sebagai guru saya ingin mengetahui kesannya setelah memb aca buku tersebut. Saya beri waktu kurang lebih 3 hari. Apa komentarnya? Indah, bahasanya banyak yang imajinatif dan penuh makna tetapi ada bagian yang belum dipahaminya. Saya paham jawabannya karena ia masih perlu belajar untuk mengenali puisi khas Kitab Semilir karya Jisa Afta.  Saya berharap setelah membaca seluruh isi buku itu, ia bisa belajar menulis puisi tanpa menunggu sampai di kelas 8 karena di kls 8 ada materi pembelajaran Teks Puisi. Dan ia punya pilihan menulis puis...

Perbedaan Terkenal dan Hebat

Orang terkenal, belum tentu hebat. Orang yang disukai banyak orang, belum tentu hebat. Orang yang populer belum tentu hebat. Sebab bisa jadi seseorang terkenal karena perilaku uniknya yang tidak mendidik Atau bisa jadi seseorang disukai banyak orang karena ia berwajah tampan atau cantik saja Dan bisa saja seseorang populer karena melakukan penistaan agama, misalnya. Sebelum anda menjadi penulis, apa tujuan anda? Menjadi orang terkenal atau orang hebat? Buku ini akan menjadikan anda hebat, bukan terkenal. Hebat dalam pengertian buku ini adalah Anda menjadi penulis untuk di kagumi pembaca. Bukan untuk menjadi populer. Lalu anda bertanya dalam hati, “untuk apa hebat kalau tidak populer?” Jawabannya nanti di pertengahan buku ini. Sudah siapkah anda menjadi penulis hebat? Mari kita mulai,