Skip to main content

Penantian | Puisi Berbalas

























Penantian

Masih terselimuti kabut lara
Aku terdiam di atas pilu
Di tengah hamparan Padang cinta semumu

Disini
Tempat gersang tanpa ada hujan kasihmu
Ku berteman sepi
Saat malam tiba

-Yuli-

Jangan biarkan sepi mendekap malammu
Dengarkan suara alam yang merobek sunyi
Pandanglah taburan bintang yang kejora

Lepaskan lara yang memasungmu
Nikmati belai mesra sang Bayu yang membisikkan namaku
Tersenyumlah pada rembulan yang menyapa mu
Bahkan senyummu lebih indah

- Dessy -

Menantilah dalam dekapan kasihku
Lewat semilir angin yang mengantar pertemuan rindu kita dalam alam indah di bukit kasih
Aku pun setia di sini menjabat penantian rasamu

Aku tak ingin juga penantian kita sia sia kan kuremah waktu dan kuhancurkan semua sekat rindu agar tak ternoda penantian ketika berjalan melewati waktu

Ria

Maka luruhlah bersama desir kepastian
Bahwa kabar angin kan membawamu
Tiada lagi sekat
Tiada lagi obat
Karena penantian ini haruslah ke pertemuan

Duhai,
Kau tetaplah kasih
Meski 1000 hari penantian kn kujalani
Karena hati sudah termiliki
Oleh dirimu yg tertelan sunyi.

Teer~


Di sini, di hamparan altar penantian
Kita akan meleburkan cinta dan kasih di selambu peraduan malam
Meluruhkan segenap kerinduan yang teramat dalam
Menitiskan gelora jiwa bermahkotakan asmara

Jiwa,
Sambutlah derai kesempurnaan rasa
Hanya kita, yah kita berdua
Lepaskan segala rajut kegelisahan
Selama waktu penantian panjang yang melelahkan dera

Kini kita telah melabuhkan asa bersama
Jangan pergi dan peluklah jiwa ini
Tiada waktu tuk melerai duka
Yang ada tinggal bahagia kita di pangkuan cinta


~ puji ~

Bersama desir semilir sang Bayu
Lara penantian kan jadi luruh

Tersibaklah selimut kabut laramu
Mengikis habis seribu hari penantianmu
Luruh bersama pagutan hangat
Saat jemari  menyatu dalam hangatnya dekapan malam
Diantara kejora

-Jamiel-

Comments

Popular posts from this blog

HeksaGraf - Sastra Enam Paragraf diciptakan oleh Jisa Afta

HeksaGraf atau Sastra Enam Paragraf, merupakan seni sastra berbentuk cerpen enam paragraf yang diciptakan oleh seorang penulis bernama Jisa Afta. Kata HeksaGraf merupakan kata baru yang disusun oleh Jisa Afta. Kata HeksaGraf dibentuk dengan menggabungkan dua kata yaitu diambil dari kata "Hexa" (Yunani: enam)  dan "graf" (tulisan/paragraf). Ciri dan Struktur HeksaGraf Cerpen enam paragraf atau sastra pendek enam paragraf memiliki ciri dan struktur sebagai berikut: Ciri HeksaGraf - Struktur enam paragraf - Maksimal 555 kata - Tiap paragraf maksimal 1 dialog atau tanpa dialog Struktur HeksaGraf 1. Paragraf Pertama - Pembukaan (Opening) 2. Paragraf Kedua - Konflik (Problem) 3. Paragraf Ketiga - Penyelesaian / Penutup (Resolution or Ending) 4. Paragraf Keempat - Kondisi Tokoh Saat pasca Ending  5. Paragraf Kelima - Plot Twist (menghasilkan penyangkalan Resolution di paragraf 3) 6. Paragraf Keenam -- Klimaks - Konklusi final atau Ending yang Menggantung (tanpa resolusi). ...

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI | Oleh : Tea Terina

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI Membaca judulnya memang menimbulkan penafsiran yaitu bangga memiliki buku puisi karya sendiri atau bangga memiliki buku puisi karena membeli. Perasaan terakhirlah yang dialami  Mila Putri , siswa SMPN 2 Pagak yang masih kelas 7. Penyuka puisi sejak SD tetapi merasa belum bisa menulis puisi dengan baik ini, merasa bangga dan senang setelah menerima kiriman buku Nazam Tak Berdahak karya  Jisa Afta . Sebagai guru saya ingin mengetahui kesannya setelah memb aca buku tersebut. Saya beri waktu kurang lebih 3 hari. Apa komentarnya? Indah, bahasanya banyak yang imajinatif dan penuh makna tetapi ada bagian yang belum dipahaminya. Saya paham jawabannya karena ia masih perlu belajar untuk mengenali puisi khas Kitab Semilir karya Jisa Afta.  Saya berharap setelah membaca seluruh isi buku itu, ia bisa belajar menulis puisi tanpa menunggu sampai di kelas 8 karena di kls 8 ada materi pembelajaran Teks Puisi. Dan ia punya pilihan menulis puis...

Cerpen DI UJUNG TAHUN | Tea Terina

Cerpen DI UJUNG TAHUN Setahun hampir lewat, tapi Anita belum bisa melupakan peristiwa 2 bulan lalu yang membuatnya harus memutuskan tetap bertahan atau berpisah dengan suaminya yang telah menemaninya sejak 10 tahun. "Aku butuh waktu. Bisakah aku berpisah denganmu,Mas? Sementara anak kita masih butuh perhatian dan kasih sayang orang tuanya. Bisakah aku memaafkan apa yang telah kamu lakukan? Aku telah berusaha menjadi istri terbaik bagimu tapi kamu telah berubah..." Suara hati Anita Ia perlu waktu dengan keputusannya. Memorinya kembali kedua bulan yang lalu. .... Anita mulai diliputi kecemasan setelah membaca isi HP suaminya yang secara tidak sengaja ia temukan di bawah bantal. Semalam ia memang tidak tidur sekamar dengan suaminya karena menemani Aqila, anak semata wayangnya yang masih berusia 7 tahun. Semalam ia minta ditemani mengerjakan PR. " kta ketemuan di restoran seperti biasanya ya,mas." Tulisan dengan huruf kecil semua y...