Friday, 27 October 2017

BEKAR | Bedah Karya #7 Curiosita

Bedah Karya 

Curiosita




Tujuan BEKAR :
Untuk Penulis : Bisa menjelaskan isi tulisan kamu ke pembacaUntuk Pembaca : Bisa terinspirasi untuk segera membuat karya.

      ATURAN MAIN :
·         Wajib baca sampai habis cerpen ini.
·         Fokuslah pada jalan cerita. Tulis pertanyaan kamu di komentar, penulis tidak akan langsung menjawab, penulis akan menjawabnya di sesi terakhir pada periode 24 jam.


·         PENULIS UNTUK SEMENTARA KAMI RAHASIAKAN NAMANYA, DAN AKAN DIPANGGIL UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN KAMU DISESI TERAKHIR.

·         Cerpen tayang selama 24 Jam

·         Kirim cerpen kamu ke Email: jisaafta@gmail.com ( cantumkan akun Fb kamu di email)

SELAMAT MENIKMATI KARYA LUAR BIASA INI !

CURIOSITA

Hari ini aku melihat dirimu sedang kelihatan galau. Aku tahu, aku tak dapat memahami dirimu yang selama 1 bulan menjauhiku. Aku memang bukan apa-apamu, tapi aku perhatian denganmu. 

Mulai aku mengantarmu pulang dari perpustakaan kampus, sekedar menemanimu membeli buku novel kesukaanmu, sampai aku harus mau mengambil barang yang kau titipkan pada temanmu yang waktu itu aku harus membatalkan ikut kuliah Pak Andi yang terkenal galak jika terlambat 5 menit.

Di sini kulihat kamu duduk di kantin sendirian, di depanmu ada semangkok pangsit mie yang belum kamu sentuh, di tanganmu ada pena yang kamu mainkan dengan jemarimu, sementara tatapanmu kosong.

Aku berada pada jarak 4 meter darimu, hanya memandangmu saja karena aku tahu jika kuhampiri kau pasti kau menghindar lalu menjauh dariku.

Benarkah kamu galau ? Benarkah istilah yang kusematkan itu ? Menurutku benar karena galau merupakan perasaan tidak tenang di dalam hati dan pikiran manusia. Pikiran tidak tenang ini disebabkan oleh perasaan sakit hati, kecemburuan, ketegangan saat harus menghadapi sesuatu dan beban pikiran saat seseorang memiliki masalah. Ketika seorang sakit hati, maka perasaanya tidak enak dan tidak tenang. 

Hal ini mempengaruhi emosional seseorang hingga terkadang butuh bantuan dari orang lain untuk menyetabilkan emosional tersebut.

Hei........!! apakah kamu sedang sakit hati ? pada siapa ?

Lagi-lagi aku takut bertanya padamu karena kamu menjauhiku. Dan kulihat kini kamu sedang ada masalah.

Seorang wanita berjilbab hitam, agak gemuk dan berkacamata berusia sekitar 50 tahun mendatangimu. Kalian sepertinya berusaha mempertahankan pendapat masing-masing. Kulihat wanita itu mengeluarkan selembar kertas dan menunjukkan kepadamu tapi kamu tetap dalam diammu. 

Ekspresi wajah benci terlukis di wajahmu yang manis yang masih aku kagumi. Saat wanita berjilbab itu berdiri dan memegang pundakmu kamu menepisnya. Aku tak tahu apa pembicaraan kalian. Yang kutahu wanita itu tiba-tiba meninggalkanmu sendirian. Selang beberapa menit kamu ke kasir membayar makanan yang belum kamu makan.

Langkahmu tergesa-gesa keluar dari kantin. Aku di belakangmu dan diam-diam mengikutimu. Kamu dalam pikiranku, dan tetap kusimpulkan kamu sedang galau. Kamu butuh orang lain untuk membantu mengatasinya.

Apakah aku pantas membantumu ? Tidak !! meski aku di jurusan psikhologi yang sering mempelajari ilmu kejiwaan dan bisa saja membantumu.

Aku memang banyak merasakan manfaat kuliah di jurusan ini diantaranya aku bisa memahami penyebab dari perilaku yang muncul dari diri sendiri maupun orang lain dan kadang aku bisa membantu masalah temanku yang mau curhat denganku.

Langkahmu makin cepat saja. Aku berusaha menyeimbangkan langkahku supaya kamu tidak tahu. Aku sengaja memakai jaket yang ada penutup kepalanya supaya aku bisa bersembunyi di balik wajahku yang menurut temanku berwajah tak berdosa ini .

Sekarang kamu berdiri tepat di depan sebuah bank. Kamu mau ambil uangkah ? Oo...tidak !! tiba-tiba kamu berbalik arah menuju tepi penyeberangan jalan raya yang saat itu sangat ramai. Berkali-kali kamu ingin menyeberang tapi kamu urungkan karena kendaraan terus melaju dengan cepat pada siang yang cukup terik itu.

Ingin aku menggandengmu, membantu menyeberangkanmu. Aku kini ada di dekatmu, jarak 50 cm di belakangmu di antara ibu-ibu yang baru shooping dengan belanjaan yang berat. Aku ada di dekatmu, aku ingin berbicara denganmu. Jarak itu makin dekat....aku bisa di dekatmu....aku bisa mencium parfummu....aku berada 10 cm darimu....aku.....aku....aku ingin menyapamu !

Tiba-tiba di belakangku seorang laki laki tua hampir menabrakku membuat aku makin dekat denganmu. Sekali lagi aroma parfummu membuatku selalu teringat padamu....saat kamu masih suka tertawa ketika aku bercerita lucu.....saat kamu kubonceng dengan sepeda motor lamaku. Aroma parfum itu tetap sama. Menurutku, seseorang yang selalu memakai hal yang dipertahankan sejak lama dan kini masih ada dan tetap, itu artinya kesetiaan.

Kini aku bersentuhan dengan baju warna ungumu, yang pernah kamu pakai saat kamu minta aku antar membeli novel kesukaanmu. Kau tak menoleh...kau tak merasakan ada sentuhan di bajumu. Aku tak berani menatapmu yang kini ada di sebelahku....

Tapi tiba-tiba aku berpikir. Apakah aku akan terus berusaha menemuimu sementara kau sudah tidak peduli denganku lagi.

Dan aku terdiam. Aku tak kan mengikuti perasaanku lagi. Bukankah kini aku orang asing bagimu ?

TAMAT

( Curiosita : rasa ingin tahu yang tak terpuaskan akan kehidupan dan upaya pencarian tak kenal lelah )

Penulis akan di hadirkan disesi terakhir. Tulis pertanyaan kamu tentang alur ceritanya, pertanyaan kamu akan di jawab sekaligus disesi terakhir.



Kirim cerpen kamu ke Email: jisaafta@gmail.com ( cantumkan akun Fb kamu di email) 







Penulis: Tea Terina