Friday, 27 October 2017

BEKAR | Bedah Karya #15 360°

 Bedah Karya 360°



Tujuan BEKAR :
Untuk Penulis : Bisa menjelaskan isi tulisan kamu ke pembacaUntuk Pembaca : Bisa terinspirasi untuk segera membuat karya.

      ATURAN MAIN :
·         Wajib baca sampai habis cerpen ini.
·         Fokuslah pada jalan cerita. Tulis pertanyaan kamu di komentar, boleh menduga alur cerita dengan saling kunjungi komentar teman, penulis tidak akan langsung menjawab, penulis akan menjawabnya di sesi terakhir pada periode 24 jam.

·     
  PENULIS UNTUK SEMENTARA KAMI RAHASIAKAN NAMANYA, DAN AKAN DIPANGGIL UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN KAMU DISESI TERAKHIR.

·         Cerpen tayang selama 24 Jam.
·   Kirim cerpen kamu ke Email: jisaafta@gmail.com ( cantumkan akun Fb kamu di email)
SELAMAT MENIKMATI KARYA LUAR BIASA INI !

360°


Teng. .teng. .teng ..

Bel sekolah seperti biasa terdengar nyaring, menghentikan riuh tawa kami sebelum jam pelajaran dimulai.

Senda guraupun berlalu ,ketika sosok ’The Killer ’ guru Kimiaku memasuki ruang kelas,untuk memulai pelajaran.

Pria lajang ,handsome ,pintar,dan katanya siih baru lulus Fakultas Pendidikan Negeri .

Meski masih honor ,pak Rangga demikian kami biasa memanggilnya,termasuk guru yang simpel, cara menyampaikan pelajaran pun mudah dimengerti, tatapannya tajam ,tegas,dan mengajarkan kepada kami untuk selalu fokus, maka tidak salah jika kami menjulukinya sebagai sang KILLER.

Walaupun begitu, tak jarang pula kami bercengkrama seusai pelajaran, kocak menyenangkan, hingga tak ada batasan antara kami bila sedang bercanda disela waktu belajar, kalau sudah begitu, dua jam pelajaranpun terasa singkat jika tiba tiba bunyi bel nyaring terdengar , ditabuh Pak Eman sang penjaga sekolah. tanda waktu belajar usai.

"Oke. .sampai jumpa sabtu depan yaa."

Beliaupun menutup pelajaran siang itu dan berkemas,kemudian bergegas meninggalkan kelas.

Begitulah sosok sang Killer yang mengagumkan,kami amat simpatik ,akupun bangga ketika disuatu kesempatan beliau mengajakku pulang bareng menaiki kuda besinya yang terbilang nyentrik.

*

Angin sepoy mengibaskan anak rambutku yang tergerai sebahu, entah keberapa kalinya sang ’Killer’ memberiku tumpangan sepulang sekolah,bahkan pernah disuatu senja kami sempat mampir disatu kafe untuk sekedar cengkrama ,berbagi cerita ringan sekedar basa basi mengisi waktu senggang, sembari menikmati teh hangat. Amat menyenangkan,meski hanya ditemani segelas teh,dan yang lebih spesial lagi karena ada ’kamu ’ setia menemaniku. Ekhem. 

**

Kedekatan kami semakin intens,meski aku bukan siswa favorit disekolahku, kata si Handsome, itu tidak masalah, "kalau kita cocok ,kenapa enggak ",begitu kilahnya ketika aku memberi alasan,dan akhirnya kamipun terjerat dan saling melabuhkan perasaan.

Terukirlah kata "Cinta" meski kami tidak sepadan.

*

Hari hariku selalu penuh warna, merenda cinta,meretas harapan, seakan tak ada yang seberbunga hatiku kala itu. Hanya ada cinta. .cinta. ..dan.. Cinta yang mengukir rona langit senjaku menjadi biru..seakan kami akan hidup bahagia sepanjang hayat .
Sungguh ,!!!

Cinta .... membutakan segalanya .

@@@

Ketika cerita itu Usang, indah hanya sekejap,tidak selamanya keindahan berbuah manis. Hidupku terpuruk.

Aku ....

Memapah langkah dalam resah malam, kucoba sibakkan awan kelam yang bergelayut kabut hitam ,termenung sendiri , menyalahkan diri yang kini teronggok sepi ,aku mencoba bangkit, kutuntun asa menuju titik terang meski tertatih ....itulah akhir dari Cinta yang kusanjung.

Dulu Cinta bertahta dan merajai sukmaku .

Kini lain cerita. ...

Rasa kagumku sirna,berubah dalam sekejap.

Jangankan bertemu ,mendengar namanya disebutpun aku ’Muak ’.

Karena Cinta yang kusanjung telah dia nodai.

Dia menjamahku, menghempaskanku kedasar jurang yang paling hina, hingga aku terpuruk dan membenamkan rasaku jauuh di dasar paling dalam. Sakit. ..

Berulangkali dia meminta maaf dengan alasan ’Khilaf ’ ..atau bisikan lirih ditelingaku ..."Aku akan menikahimu," itu tidak meluluhkanku untuk membuka pintu maafku untuknya. Karena lukaku jauh lebih perih.

*

Itulah akhir kekagumanku yang berbuah luka ,kututup rapat kepedihan ini, kutelan meski pahit, kukubur jauh didasar kalbu,meski aku enggan mengingatnya,namun itu sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupku, terimakasih telah menyisipkan sisi gelap dalam hidupku,hasratmu mengubah hidupku dan masa laluku menjadi momok menakutkan yang sukar aku tepiskan.

Jika terpaksa mengingatnya,aku hanya bisa tersenyum ngeri. .Miris.
Pahit. ..sepahit kopi pagiku tanpa gula.


TAMAT


Penulis akan di hadirkan disesi terakhir. Tulis pertanyaan kamu tentang alur ceritanya, pertanyaan kamu akan di jawab sekaligus disesi terakhir.


Kirim cerpen kamu ke Email: jisaafta@gmail.com ( cantumkan akun Fb kamu di email).



Penulis: Dede Hayati