Skip to main content

BEKAR | Bedah Karya #15 360°

 Bedah Karya 360°



Tujuan BEKAR :
Untuk Penulis : Bisa menjelaskan isi tulisan kamu ke pembacaUntuk Pembaca : Bisa terinspirasi untuk segera membuat karya.

      ATURAN MAIN :
·         Wajib baca sampai habis cerpen ini.
·         Fokuslah pada jalan cerita. Tulis pertanyaan kamu di komentar, boleh menduga alur cerita dengan saling kunjungi komentar teman, penulis tidak akan langsung menjawab, penulis akan menjawabnya di sesi terakhir pada periode 24 jam.

·     
  PENULIS UNTUK SEMENTARA KAMI RAHASIAKAN NAMANYA, DAN AKAN DIPANGGIL UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN KAMU DISESI TERAKHIR.

·         Cerpen tayang selama 24 Jam.
·   Kirim cerpen kamu ke Email: jisaafta@gmail.com ( cantumkan akun Fb kamu di email)
SELAMAT MENIKMATI KARYA LUAR BIASA INI !

360°


Teng. .teng. .teng ..

Bel sekolah seperti biasa terdengar nyaring, menghentikan riuh tawa kami sebelum jam pelajaran dimulai.

Senda guraupun berlalu ,ketika sosok ’The Killer ’ guru Kimiaku memasuki ruang kelas,untuk memulai pelajaran.

Pria lajang ,handsome ,pintar,dan katanya siih baru lulus Fakultas Pendidikan Negeri .

Meski masih honor ,pak Rangga demikian kami biasa memanggilnya,termasuk guru yang simpel, cara menyampaikan pelajaran pun mudah dimengerti, tatapannya tajam ,tegas,dan mengajarkan kepada kami untuk selalu fokus, maka tidak salah jika kami menjulukinya sebagai sang KILLER.

Walaupun begitu, tak jarang pula kami bercengkrama seusai pelajaran, kocak menyenangkan, hingga tak ada batasan antara kami bila sedang bercanda disela waktu belajar, kalau sudah begitu, dua jam pelajaranpun terasa singkat jika tiba tiba bunyi bel nyaring terdengar , ditabuh Pak Eman sang penjaga sekolah. tanda waktu belajar usai.

"Oke. .sampai jumpa sabtu depan yaa."

Beliaupun menutup pelajaran siang itu dan berkemas,kemudian bergegas meninggalkan kelas.

Begitulah sosok sang Killer yang mengagumkan,kami amat simpatik ,akupun bangga ketika disuatu kesempatan beliau mengajakku pulang bareng menaiki kuda besinya yang terbilang nyentrik.

*

Angin sepoy mengibaskan anak rambutku yang tergerai sebahu, entah keberapa kalinya sang ’Killer’ memberiku tumpangan sepulang sekolah,bahkan pernah disuatu senja kami sempat mampir disatu kafe untuk sekedar cengkrama ,berbagi cerita ringan sekedar basa basi mengisi waktu senggang, sembari menikmati teh hangat. Amat menyenangkan,meski hanya ditemani segelas teh,dan yang lebih spesial lagi karena ada ’kamu ’ setia menemaniku. Ekhem. 

**

Kedekatan kami semakin intens,meski aku bukan siswa favorit disekolahku, kata si Handsome, itu tidak masalah, "kalau kita cocok ,kenapa enggak ",begitu kilahnya ketika aku memberi alasan,dan akhirnya kamipun terjerat dan saling melabuhkan perasaan.

Terukirlah kata "Cinta" meski kami tidak sepadan.

*

Hari hariku selalu penuh warna, merenda cinta,meretas harapan, seakan tak ada yang seberbunga hatiku kala itu. Hanya ada cinta. .cinta. ..dan.. Cinta yang mengukir rona langit senjaku menjadi biru..seakan kami akan hidup bahagia sepanjang hayat .
Sungguh ,!!!

Cinta .... membutakan segalanya .

@@@

Ketika cerita itu Usang, indah hanya sekejap,tidak selamanya keindahan berbuah manis. Hidupku terpuruk.

Aku ....

Memapah langkah dalam resah malam, kucoba sibakkan awan kelam yang bergelayut kabut hitam ,termenung sendiri , menyalahkan diri yang kini teronggok sepi ,aku mencoba bangkit, kutuntun asa menuju titik terang meski tertatih ....itulah akhir dari Cinta yang kusanjung.

Dulu Cinta bertahta dan merajai sukmaku .

Kini lain cerita. ...

Rasa kagumku sirna,berubah dalam sekejap.

Jangankan bertemu ,mendengar namanya disebutpun aku ’Muak ’.

Karena Cinta yang kusanjung telah dia nodai.

Dia menjamahku, menghempaskanku kedasar jurang yang paling hina, hingga aku terpuruk dan membenamkan rasaku jauuh di dasar paling dalam. Sakit. ..

Berulangkali dia meminta maaf dengan alasan ’Khilaf ’ ..atau bisikan lirih ditelingaku ..."Aku akan menikahimu," itu tidak meluluhkanku untuk membuka pintu maafku untuknya. Karena lukaku jauh lebih perih.

*

Itulah akhir kekagumanku yang berbuah luka ,kututup rapat kepedihan ini, kutelan meski pahit, kukubur jauh didasar kalbu,meski aku enggan mengingatnya,namun itu sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupku, terimakasih telah menyisipkan sisi gelap dalam hidupku,hasratmu mengubah hidupku dan masa laluku menjadi momok menakutkan yang sukar aku tepiskan.

Jika terpaksa mengingatnya,aku hanya bisa tersenyum ngeri. .Miris.
Pahit. ..sepahit kopi pagiku tanpa gula.


TAMAT


Penulis akan di hadirkan disesi terakhir. Tulis pertanyaan kamu tentang alur ceritanya, pertanyaan kamu akan di jawab sekaligus disesi terakhir.


Kirim cerpen kamu ke Email: jisaafta@gmail.com ( cantumkan akun Fb kamu di email).



Penulis: Dede Hayati

Comments

Popular posts from this blog

HeksaGraf - Sastra Enam Paragraf diciptakan oleh Jisa Afta

HeksaGraf atau Sastra Enam Paragraf, merupakan seni sastra berbentuk cerpen enam paragraf yang diciptakan oleh seorang penulis bernama Jisa Afta. Kata HeksaGraf merupakan kata baru yang disusun oleh Jisa Afta. Kata HeksaGraf dibentuk dengan menggabungkan dua kata yaitu diambil dari kata "Hexa" (Yunani: enam)  dan "graf" (tulisan/paragraf). Ciri dan Struktur HeksaGraf Cerpen enam paragraf atau sastra pendek enam paragraf memiliki ciri dan struktur sebagai berikut: Ciri HeksaGraf - Struktur enam paragraf - Maksimal 555 kata - Tiap paragraf maksimal 1 dialog atau tanpa dialog Struktur HeksaGraf 1. Paragraf Pertama - Pembukaan (Opening) 2. Paragraf Kedua - Konflik (Problem) 3. Paragraf Ketiga - Penyelesaian / Penutup (Resolution or Ending) 4. Paragraf Keempat - Kondisi Tokoh Saat pasca Ending  5. Paragraf Kelima - Plot Twist (menghasilkan penyangkalan Resolution di paragraf 3) 6. Paragraf Keenam -- Klimaks - Konklusi final atau Ending yang Menggantung (tanpa resolusi). ...

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI | Oleh : Tea Terina

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI Membaca judulnya memang menimbulkan penafsiran yaitu bangga memiliki buku puisi karya sendiri atau bangga memiliki buku puisi karena membeli. Perasaan terakhirlah yang dialami  Mila Putri , siswa SMPN 2 Pagak yang masih kelas 7. Penyuka puisi sejak SD tetapi merasa belum bisa menulis puisi dengan baik ini, merasa bangga dan senang setelah menerima kiriman buku Nazam Tak Berdahak karya  Jisa Afta . Sebagai guru saya ingin mengetahui kesannya setelah memb aca buku tersebut. Saya beri waktu kurang lebih 3 hari. Apa komentarnya? Indah, bahasanya banyak yang imajinatif dan penuh makna tetapi ada bagian yang belum dipahaminya. Saya paham jawabannya karena ia masih perlu belajar untuk mengenali puisi khas Kitab Semilir karya Jisa Afta.  Saya berharap setelah membaca seluruh isi buku itu, ia bisa belajar menulis puisi tanpa menunggu sampai di kelas 8 karena di kls 8 ada materi pembelajaran Teks Puisi. Dan ia punya pilihan menulis puis...

Perbedaan Terkenal dan Hebat

Orang terkenal, belum tentu hebat. Orang yang disukai banyak orang, belum tentu hebat. Orang yang populer belum tentu hebat. Sebab bisa jadi seseorang terkenal karena perilaku uniknya yang tidak mendidik Atau bisa jadi seseorang disukai banyak orang karena ia berwajah tampan atau cantik saja Dan bisa saja seseorang populer karena melakukan penistaan agama, misalnya. Sebelum anda menjadi penulis, apa tujuan anda? Menjadi orang terkenal atau orang hebat? Buku ini akan menjadikan anda hebat, bukan terkenal. Hebat dalam pengertian buku ini adalah Anda menjadi penulis untuk di kagumi pembaca. Bukan untuk menjadi populer. Lalu anda bertanya dalam hati, “untuk apa hebat kalau tidak populer?” Jawabannya nanti di pertengahan buku ini. Sudah siapkah anda menjadi penulis hebat? Mari kita mulai,