Skip to main content

BEKAR | Bedah Karya #11 The Last True Love

Bedah Karya 

The Last True Love




Tujuan BEKAR :
Untuk Penulis : Bisa menjelaskan isi tulisan kamu ke pembacaUntuk Pembaca : Bisa terinspirasi untuk segera membuat karya.

      ATURAN MAIN :
·         Wajib baca sampai habis cerpen ini.
·         Fokuslah pada jalan cerita. Tulis pertanyaan kamu di komentar, boleh menduga alur cerita dengan saling kunjungi komentar teman, penulis tidak akan langsung menjawab, penulis akan menjawabnya di sesi terakhir pada periode 24 jam.

·   PENULIS UNTUK SEMENTARA KAMI RAHASIAKAN NAMANYA, DAN AKAN DIPANGGIL UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN KAMU DISESI TERAKHIR.
·         Cerpen tayang selama 24 Jam
·    Kirim cerpen kamu ke Email: jisaafta@gmail.com ( cantumkan akun Fb kamu di email)

SELAMAT MENIKMATI KARYA LUAR BIASA INI !

The Last True Love


"Panggilan apa lagi ini ha!!!" Suara pria 42 tahun itu menggemahi seluruh sudut,ini adalah kali ke-4 Jamal memenuhi panggilan sekolah si sulung Agam.Dirinya bingung faktor temankah yang membuat anaknya seperti ini atau faktor meninggalnya sang ibu beberapa bulan lalu.Agam hanya menunduk menikmati pitam sang ayah,ia tak tahu pada siapa kini ia labuhkan perasaannya.

"Maaf yah" pintanya dalam batin.

***

Hari ini Jamal memenuhi panggilan sekolah Agam,ia berjalan menahan malu dari gerbang ke ruang guru,setiap murid hampir hafal dengan dirinya yang sering bertamu ke Sekolah ini.Memasuki ruang guru disana tampak Agam sudah termenung menunggu sang ayah, Jamal menjabat tangan dua orang guru disana.

"Seperti panggilan yang lalu, Agam tidak ada di jam sekolah, ini 5 kali Agam melakukan hal yang sama dan membolos sekolah tanpa keterangan yang jelas.total seluruh hari Agam membolos adalah 14 hari penuh" panjang lebar seorang guru itu dengan menatap serius Jamal, Jamal mengangkat sebelah alisnya dan menarik nafas panjang.

Mentari mulai menyuntupkan matanya ke arah barat,Agam melenggangkan langkahnya pulang dengan berjalan setelah 'hal' yang menghantui itu terjadi.Rasanya hambar warna yang indah kini sirna bersama nisan sang ibu yang mulai usang.Ia menentangkan kepalanya ke langit,kini tuhan telah menyayat sebelah sayapnya tak lagi bisa terbang namun sanggupkah ia menyusuri awan?? hatinya terus gelisah dengan hal itu.

Saat menapakkan jejak kaki dirumahnya sang ayah sudah ada dirumah terlebih dahulu,Agam menengok jam tangannya "Masih 17:22" ia heran.

"Dari mana kamu? ada tambahan sore?"

"Makam," jawab Agam lesuh

"Terusin aja kelakuan kamu seperti ini,bikin ayah stress ngadepin kamu"

"Tolong yah Agam capek, Agam ga pingin berantem," Agam meninggalkan Jamal di ruang tamu.

***

Terik Surya menguras tenaga setiap insan yang berkelana mencari karunia,jam menunjukkan pukul 14:02 bel berkumandang menyigar angin sepoi yang asik berlari.Agam mampir ke toko jam tangan dan rupanya terjadi transaksi,ia menghitung lembaran rupiah yang disodorkan pemilik toko itu,tak lama Agam bergegas pulang.

Agam harus memikirkan alasan untuk melabuhi pertanyaan sang ayah tentang jam tersebut.Bagaimanapun sang ayah akan tau pergelangan tangannya kini kosong namun demi 'hal' tersebut ia rela menjual jamnya, karena 'hal' tersebut membutuhkan biaya yang cukup lumayan bagi kantong pelajar,tak mungkin Agam menceritakan 'hal' tersebut pada sang ayah apa reaksi sang ayah jika mengetauhi 'hal' tersebut menimpa dirinya.

°°°

Agam memberanikan diri pergi ke ruang guru dan meminta izin untuk suatu 'hal' yang wajib ia lakukan.Agam menyodorkan sebuah surat ,guru tersebut mengizinkan Agam pergi karna ada surat pengantar resmi dengan stempel sebuah instansi.

Agam membereskan semua nota kontan dan menyimpanya serapi mungkin dalam dompetnya, ia begegas menuju area parkir dan mengambil kendaraanya lalu pulang.tak di sangka saat terjebak kemacetan mobil dinas sang ayah berada di depanya Agam menerjunkan keringat dingin memandikan seluruh raganya berharap ayanhya tidak mengetauhi dirinya ada di depanya,saat ada dumptruck lewat Agam menyertai di sampingnya agar lolos dari kemacetan yang membuat keringat dinginya ambyar tak karuan.

Setiap 1 minggu ada dua hari yang ia gunakan untuk 'hal' tersebut setiap senin dan kamis.Memakan waktu paling sedikit 2 jam,ia bingung harus kemana ia mencari jalan keluar untuk 'hal' tersebut, angannya melambung kemana mana tubuhnya mulai lemas akibat 'hal' yang di jalaninya baru saja,tak ada obat semanis senyum ibunya itupun sekedar foto yang tergunting kenangan pahit.

Handphone Agam berdering dilihatnya nama di layar,Agam terbelalak dan ragu untuk menggores layar itu,tanganya berat "Selamat siang "

"..............."

"Besok??? bukanya hari ini jadwalnya??apa tidak bisa lusa??" Agam penuh asa.

"Sesering mungkin akan lebih baik."

"Baiklah saya besok akan datang sepagi mungkin," jawabnya putus asa

°°°

Agam menyantap sarapan di meja bersama sang ayah,tidak ada kata dari keduanya,padahal ini adalah hari istimewa untuk Agam tepat 17 tahun ia bernafas bahagia.Jamal mempunyai rencana untuk Agam pagi ini ia sengaja tidak berbicara sepatah pun agar Agam tidak curiga.Agam menjabat tangan Jamal"Jam tangan kamu mana, Gam?"

"Emm.. rusak yah ketimpa helm"

Agam berharap sang ayah mencium keningnya dan mengusap rambutnya."Selamat ulang tahun nak.. desis Jamal dalam hati Agam berangkat sekolah dengan perasaan yang gundah bercampur bahagia.Sekolah di depan mata ia terus memacu motornya melewati sekolah untuk 'hal' yang mendesak tersebut. 

07:4 Jamal keluar dari kantor dengan semangat,ia tak bisa membayangkan betapa bahagianya Agam menatap hal ini.Tiba-tiba Jamal teringat dengan pergelangan tangan Agam yang kosong,ia memasang riting ke arah kanan menuju toko jam.Bukan main terkejutnya saat ia tahu dengan jam tangan yang dilihatnya ia langsung menunjuk jam itu kepada pemilik toko.

Mamasuki ruang guru Jamal meminta izin untuk membawa Agam pulang,dan Jamal semakin kesal karna Agam tidak ada di sekolah itu artinya Agam mengulanginya lagi.

°°°

Agam tak mengantri seperti yang lain,ia segera berlari menuju area parkir setelah urusan 'hal' tersebut selesai.Ia takut pihak sekolah memanggil ayahnya untuk yang ke-5 kalinya.Agam memacu motornya secepat mungkin berharap pihak sekolah belum mengorfimasikan ketidak hadiranya pagi ini.

Jamal menahan amarah di dalam mobil dengan hatinya yang panas ditambah kemacetan yang ada semakin membuat darahnya mendidih.Mobilnya mulai jalan perlahan,sesosok remaja berseragam berkendara di depanya terlihat sepintas tak asing,Jamal mencoba mendekati pengendara itu.Agam tak menyadari bahwa sang ayah ada di belakanganya,tiba-tiba sebuah mobil menminggirkanya ke tepi.

"Kelayapan jam pelajaran,pulang!!!!"

Hati Agam tak karuan berkecamuk rasa takut,mau tak mau harus ia hadapi.Kapan berakhirnya persembunyian Agam tentang 'hal' yang membuatnya selalu salah padahal 'hal' ini tak seharusnya menjadi pusat semua kesalahan.

°°°

Jamal melemparkan kotak jam di meja ruang tamu di depan Agam.

"Apa ini,buat apa kamu jual!!"

Agam menyiut.

"Kenapa ha!!! sekarang bilang bolos kemana kamu selama ini.Makam!!!! Ayah semakin gak mengerti dengan kamu,kenapa kamu gak pernah cerita kalau ada masalah ???? ini ayah kamu gam!" Jamal larut dalam didihan darahnya

"Kapan ayah pernah beri kesempatan buat Agam ngomong???kapan yah! cuman marah yang ayah banggain!!" Agam mengeluarkan sesuatu di tasnya dan didompetnya lalu ia langsung pergi meninggalkan Jamal.

Jamal mengambil kertas ber-kop rumah sakit tersebut dan membacanya.

''Miastenia Gravis"

Jamal bergeming

Sekarang ia tahu kenapa Agam menjual jam tangannya dan membolos tanpa alasan akhir-akhir ini.Saat malamnya Jamal mendekati Agam yang tengah duduk melamun.
"Maafin ayah nak,seandainya ayah mau terbuka dari awal,kamu gak perlu telan pahitnya kehidupan,ayah pingin kamu yang terakhir buat ayah,ayah pingin dinding di antara kita ini roboh."

Jamal membuka pembicaraan, "Ayah gak salah kok,dinding itu yang membuat kita terpisah."

"Ayah janji besok ayah bakal temenin kamu ke dokter yusuf buat terapi Miastenia Gravis." Jamal melemparkan senyum pada Agam,Agam pun membalasnya

°°°

Jamal mendengarkan semua penjelasan dokter Yusuf tentang 'hal' tersebut Miastenia gravis,setelah itu Jamal melihat Agam menjalani terapi.Jamal merasa bersalh dengan keadaan Agam sekarang,terlihat sangat kesakitan.Setelah terapi Jamal menemani Agam mengantri obat di apotik dengan sabar,ia juga terkejut dengan price obat yang ia terima,pantas Agam menjual Jamnya cukup merogoh saku.

Saat malamnya Agam berdiam diri di teras rumah dengan Jam tangan di genggaman,sang ayah mendekat mengetauhi itu Agam langsung memeluk Jamal dengan erat.

"Ayah...... Terimakasih"

Agam dan Jamal larut dalam sesenggukan.

-TAMAT -

Penulis akan di hadirkan disesi terakhir. Tulis pertanyaan kamu tentang alur ceritanya, pertanyaan kamu akan di jawab sekaligus disesi terakhir.


Kirim cerpen kamu ke Email: jisaafta@gmail.com ( cantumkan akun Fb kamu di email)




Penulis : Esti L. Afida


Comments

Popular posts from this blog

HeksaGraf - Sastra Enam Paragraf diciptakan oleh Jisa Afta

HeksaGraf atau Sastra Enam Paragraf, merupakan seni sastra berbentuk cerpen enam paragraf yang diciptakan oleh seorang penulis bernama Jisa Afta. Kata HeksaGraf merupakan kata baru yang disusun oleh Jisa Afta. Kata HeksaGraf dibentuk dengan menggabungkan dua kata yaitu diambil dari kata "Hexa" (Yunani: enam)  dan "graf" (tulisan/paragraf). Ciri dan Struktur HeksaGraf Cerpen enam paragraf atau sastra pendek enam paragraf memiliki ciri dan struktur sebagai berikut: Ciri HeksaGraf - Struktur enam paragraf - Maksimal 555 kata - Tiap paragraf maksimal 1 dialog atau tanpa dialog Struktur HeksaGraf 1. Paragraf Pertama - Pembukaan (Opening) 2. Paragraf Kedua - Konflik (Problem) 3. Paragraf Ketiga - Penyelesaian / Penutup (Resolution or Ending) 4. Paragraf Keempat - Kondisi Tokoh Saat pasca Ending  5. Paragraf Kelima - Plot Twist (menghasilkan penyangkalan Resolution di paragraf 3) 6. Paragraf Keenam -- Klimaks - Konklusi final atau Ending yang Menggantung (tanpa resolusi). ...

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI | Oleh : Tea Terina

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI Membaca judulnya memang menimbulkan penafsiran yaitu bangga memiliki buku puisi karya sendiri atau bangga memiliki buku puisi karena membeli. Perasaan terakhirlah yang dialami  Mila Putri , siswa SMPN 2 Pagak yang masih kelas 7. Penyuka puisi sejak SD tetapi merasa belum bisa menulis puisi dengan baik ini, merasa bangga dan senang setelah menerima kiriman buku Nazam Tak Berdahak karya  Jisa Afta . Sebagai guru saya ingin mengetahui kesannya setelah memb aca buku tersebut. Saya beri waktu kurang lebih 3 hari. Apa komentarnya? Indah, bahasanya banyak yang imajinatif dan penuh makna tetapi ada bagian yang belum dipahaminya. Saya paham jawabannya karena ia masih perlu belajar untuk mengenali puisi khas Kitab Semilir karya Jisa Afta.  Saya berharap setelah membaca seluruh isi buku itu, ia bisa belajar menulis puisi tanpa menunggu sampai di kelas 8 karena di kls 8 ada materi pembelajaran Teks Puisi. Dan ia punya pilihan menulis puis...

Perbedaan Terkenal dan Hebat

Orang terkenal, belum tentu hebat. Orang yang disukai banyak orang, belum tentu hebat. Orang yang populer belum tentu hebat. Sebab bisa jadi seseorang terkenal karena perilaku uniknya yang tidak mendidik Atau bisa jadi seseorang disukai banyak orang karena ia berwajah tampan atau cantik saja Dan bisa saja seseorang populer karena melakukan penistaan agama, misalnya. Sebelum anda menjadi penulis, apa tujuan anda? Menjadi orang terkenal atau orang hebat? Buku ini akan menjadikan anda hebat, bukan terkenal. Hebat dalam pengertian buku ini adalah Anda menjadi penulis untuk di kagumi pembaca. Bukan untuk menjadi populer. Lalu anda bertanya dalam hati, “untuk apa hebat kalau tidak populer?” Jawabannya nanti di pertengahan buku ini. Sudah siapkah anda menjadi penulis hebat? Mari kita mulai,