Skip to main content

KITAB SEMILIR



Sudah terlalu lama aku membacamu dalam diam
jenuh adalah jendela penghantar tidurku menjauhi kehidupan
entah siapa diriku
di dalam lembaran tanpa akhir
dengan nada yang sama
menemani langkahku meniti tititan panjang tanpa gerbang penyambutan
Aku bagai lantunan syair dari para guru bijak yang kesal pada nyanyian syahdunya
Ketika aku jatuh cinta
cinta memperlihatkan jalan-jalan sempit di taman terlarang
meninggalkan apa yang pernah ku maknai
Mencari dirimu wahai aku
mengikhlaskan yang pergi
membayangkan kata pilu sebanyak apa
tak mungkin mencari imbuhan dalam bait tanpa petunjuk
Aku seperti lukisan perasaan sang nestapa dibalik keluh sang petapa
Ketika kutanya kapan aku pergi
engkau tak pernah mengangguk wahai hati
ketika ku lupa bahwa aku harus pergi
engkau hanya tersenyum wahai kalbu
Lalu aku pergi
meletakkan namamu pada nisan kesetiaanku
terbiarlah batinku
menyendiri diantara stupa tanpa wajah
Ku raih sekuntum bunga sinur
meneteskan getahnya dan mengingat janji terakhir
membiarkan hasratku terbang diantara tirai sepi
Bahasaku tak pernah indah wahai relung
sebisa kepak sayap sang senyap
selalu berakhir di perapian malam
mungkin...
inilah kenangan terindah
mungkin pula...
inilah takdir memerihkan
membuat aku terpenjara
selamanya
hingga aku mati

~*~
Jisa Afta

Comments

Popular posts from this blog

HeksaGraf - Sastra Enam Paragraf diciptakan oleh Jisa Afta

HeksaGraf atau Sastra Enam Paragraf, merupakan seni sastra berbentuk cerpen enam paragraf yang diciptakan oleh seorang penulis bernama Jisa Afta. Kata HeksaGraf merupakan kata baru yang disusun oleh Jisa Afta. Kata HeksaGraf dibentuk dengan menggabungkan dua kata yaitu diambil dari kata "Hexa" (Yunani: enam)  dan "graf" (tulisan/paragraf). Ciri dan Struktur HeksaGraf Cerpen enam paragraf atau sastra pendek enam paragraf memiliki ciri dan struktur sebagai berikut: Ciri HeksaGraf - Struktur enam paragraf - Maksimal 555 kata - Tiap paragraf maksimal 1 dialog atau tanpa dialog Struktur HeksaGraf 1. Paragraf Pertama - Pembukaan (Opening) 2. Paragraf Kedua - Konflik (Problem) 3. Paragraf Ketiga - Penyelesaian / Penutup (Resolution or Ending) 4. Paragraf Keempat - Kondisi Tokoh Saat pasca Ending  5. Paragraf Kelima - Plot Twist (menghasilkan penyangkalan Resolution di paragraf 3) 6. Paragraf Keenam -- Klimaks - Konklusi final atau Ending yang Menggantung (tanpa resolusi). ...

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI | Oleh : Tea Terina

BANGGANYA PUNYA BUKU PUISI Membaca judulnya memang menimbulkan penafsiran yaitu bangga memiliki buku puisi karya sendiri atau bangga memiliki buku puisi karena membeli. Perasaan terakhirlah yang dialami  Mila Putri , siswa SMPN 2 Pagak yang masih kelas 7. Penyuka puisi sejak SD tetapi merasa belum bisa menulis puisi dengan baik ini, merasa bangga dan senang setelah menerima kiriman buku Nazam Tak Berdahak karya  Jisa Afta . Sebagai guru saya ingin mengetahui kesannya setelah memb aca buku tersebut. Saya beri waktu kurang lebih 3 hari. Apa komentarnya? Indah, bahasanya banyak yang imajinatif dan penuh makna tetapi ada bagian yang belum dipahaminya. Saya paham jawabannya karena ia masih perlu belajar untuk mengenali puisi khas Kitab Semilir karya Jisa Afta.  Saya berharap setelah membaca seluruh isi buku itu, ia bisa belajar menulis puisi tanpa menunggu sampai di kelas 8 karena di kls 8 ada materi pembelajaran Teks Puisi. Dan ia punya pilihan menulis puis...

Perbedaan Terkenal dan Hebat

Orang terkenal, belum tentu hebat. Orang yang disukai banyak orang, belum tentu hebat. Orang yang populer belum tentu hebat. Sebab bisa jadi seseorang terkenal karena perilaku uniknya yang tidak mendidik Atau bisa jadi seseorang disukai banyak orang karena ia berwajah tampan atau cantik saja Dan bisa saja seseorang populer karena melakukan penistaan agama, misalnya. Sebelum anda menjadi penulis, apa tujuan anda? Menjadi orang terkenal atau orang hebat? Buku ini akan menjadikan anda hebat, bukan terkenal. Hebat dalam pengertian buku ini adalah Anda menjadi penulis untuk di kagumi pembaca. Bukan untuk menjadi populer. Lalu anda bertanya dalam hati, “untuk apa hebat kalau tidak populer?” Jawabannya nanti di pertengahan buku ini. Sudah siapkah anda menjadi penulis hebat? Mari kita mulai,