Tuesday, 17 October 2017

Falling in Love | Puisi Berbalas
















Falling in Love
Rasa apa yang telah membawaku kedalam pusar pesona mu
Aku terjebak diantara lakumu yang yang bersahaja
Gerak tubuhmu dan indah bahasamu masih teringat jelas
Apa ini??
Bayangmu selalu menggoda di setiap hariku
Tawamu masih terngiang di telinga
Berdegup kencang bila mata saling bertatap
Aku merasa bunga-bunga di taman hati tengah bermekaran
~dessy~
Rasa indah yang alam berikan
Jua menarikku pada keindahan dirimu
Indahnya bola matamu
Membuatku tak mampu berpaling
Dan anggunnya gerakmu
Menggoda diri ini untuk mendekat padamu
Oh, inikah yang namanya cinta?
Sebuah rasa indah mengalun lembut dalam hatiku
Membuat hati terus menyerukan namamu
-Yulia-
Pesonamu kini telah membelenggu jiwaku
Kikisan debar ini makin menggerus jurang perasaan
Tak sanggup lagi ku palingkan netraku tuk memiliki raut wajahmu
Sedalam inikah pagutan percik labirinmu
Tawa riangmu membungkamku tuk berdiam
Menikmati manis senyummu yang terkulum indah
Cinta....ooh cinta..
Terjatuh hatiku di pangkuan dermaga magismu
~ Puji ~
Senyummu bak ombak dilaut mengguncang rasa
Tiap aksaramu menggetar di jiwa
Wahai cinta ajari aku mengikat rasa
Agar tak terpuruk dalam jelusi penuh nista
Tawarkan geloraku pada sebening telaga kasih di jiwanya
Temukan rinduku dan rindunya dalam alunan lembut pa da lagu merdu di atas sajadah
Ria
Dan terlelaplah
Pada selir rindu yg kau kasihi
Jatuhnya hati meringkih lirih
Untuk sekedar berbisik
Bagaimana akan ku titahkan
Jika bumi mulai kelu dg teriakanku atas dirimu
Atas perasaan yg kuinginkan bersamamu
Sejak terpaut hai itu rasa
Mengalir derik dalam setiap aliran darah.
Ya. Cinta.
Kutasbihkan nadi ini
Untuk ruh yg terbungkus bernama manusia
Dan itu dirimu.
Teer ~

Labels: ,

Monday, 16 October 2017

Penantian | Puisi Berbalas

























Penantian

Masih terselimuti kabut lara
Aku terdiam di atas pilu
Di tengah hamparan Padang cinta semumu

Disini
Tempat gersang tanpa ada hujan kasihmu
Ku berteman sepi
Saat malam tiba

-Yuli-

Jangan biarkan sepi mendekap malammu
Dengarkan suara alam yang merobek sunyi
Pandanglah taburan bintang yang kejora

Lepaskan lara yang memasungmu
Nikmati belai mesra sang Bayu yang membisikkan namaku
Tersenyumlah pada rembulan yang menyapa mu
Bahkan senyummu lebih indah

- Dessy -

Menantilah dalam dekapan kasihku
Lewat semilir angin yang mengantar pertemuan rindu kita dalam alam indah di bukit kasih
Aku pun setia di sini menjabat penantian rasamu

Aku tak ingin juga penantian kita sia sia kan kuremah waktu dan kuhancurkan semua sekat rindu agar tak ternoda penantian ketika berjalan melewati waktu

Ria

Maka luruhlah bersama desir kepastian
Bahwa kabar angin kan membawamu
Tiada lagi sekat
Tiada lagi obat
Karena penantian ini haruslah ke pertemuan

Duhai,
Kau tetaplah kasih
Meski 1000 hari penantian kn kujalani
Karena hati sudah termiliki
Oleh dirimu yg tertelan sunyi.

Teer~


Di sini, di hamparan altar penantian
Kita akan meleburkan cinta dan kasih di selambu peraduan malam
Meluruhkan segenap kerinduan yang teramat dalam
Menitiskan gelora jiwa bermahkotakan asmara

Jiwa,
Sambutlah derai kesempurnaan rasa
Hanya kita, yah kita berdua
Lepaskan segala rajut kegelisahan
Selama waktu penantian panjang yang melelahkan dera

Kini kita telah melabuhkan asa bersama
Jangan pergi dan peluklah jiwa ini
Tiada waktu tuk melerai duka
Yang ada tinggal bahagia kita di pangkuan cinta


~ puji ~

Bersama desir semilir sang Bayu
Lara penantian kan jadi luruh

Tersibaklah selimut kabut laramu
Mengikis habis seribu hari penantianmu
Luruh bersama pagutan hangat
Saat jemari  menyatu dalam hangatnya dekapan malam
Diantara kejora

-Jamiel-

Labels: ,