Friday, 27 October 2017

BEKAR | Bedah Karya #19 Rahasia Edelweis

Bedah Karya

Rahasia Edelweis


Naskah: Flash Fiction

Judul: Rahasia Edelweis

Penulis : Adalah Anggota GRUP FB Jisa Afta ( Bisa Jadi dia Lagi Chatingan sama dirimu) jadi berkomentar lah yg sopan dan berikan masukan atau pujian yg ikhlas.
Selamat Membedah Karya Luar Biasa Ini :



Rahasia Edelweis


"Dia itu mutan Edelweis, dan dia akan menumbalkan mu untuk kesuburan tanah Green Village ini!".

Sekujur tubuhku terasa tersengat ratusan Mega volt. Oleh pengakuan Mrs Brenda, ibu Kevin. Pemuda yang menjadi navigatorku selama di desa ini. Selanjutnya dengan tanpa perasaan dia menambahkan.

"Hanya kau yang dapat menyelamatkan penduduk desa ini, tepat disaat kau menjadi Nyonya John Patrick".

John Patrick adalah seorang pemuda tampan dengan wajah yang pucat dan sorot mata yang tajam. Dia hampir tidak pernah tersenyum menurutku. John juga pemilik hampir seluruh tanah pertanian di desa Green Village ini. Dan dia menyewakan tanah-tanahnya pada para petani di desa ini, termasuk pada Kevin.

" Tetapi mengapa harus aku? Aku hanya seorang perempuan pendatang". Tanyaku polos sembari terbayang kembali lamaran kilat yang kuterima seminggu yang lalu. Padahal kami baru saling mengenal dan mengobrol beberapa kali dan yah..Sekali berdansa bersama sewaktu pesta tahunan. Dan disaat itu aku pikir dia menembakkan panah asmara nya tepat di jantungku. Semua terasa tergesa.

"Karena namamu adalah Edelweis, dia tidak pernah menyukai bunga edelweis. Bukankah kau lihat sendiri betapa marah nya dia ketika salah seorang penyewa tanah nya menanam edelweis?".

"Hhhh... Sekarang aku harus bagaimana Mrs. Brenda?, Lusa adalah hari pernikahan ku."

Tiba-tiba aku meratap cemas. Mrs. Brenda memberi isyarat pada Kevin untuk membisiki ku.

"Baiklah, semoga apa yang akan kulakukan mampu melepaskan kalian dan penduduk desa ini dari kutukan si mutan John.

******************
Aku begitu gelisah, setelah pernikahan tadi siang. Dan malam ini John akan mendatangiku sebagai pengantin wanitanya. Aku bergidik membayangkan wajah John yang akan berubah menjadi monster menakutkan di malam pertamaku dan menghabisiku sebagai tumbal nya. Pintu kamar berderik, John terlihat masuk dan wajahnya begitu pucat. Dia masih mengenakan setelan jas pernikahan siang tadi.

"Edelweis, istriku. Ada yang akan kutunjukkan padamu sebelum kita bersama malam ini".

John menyeringai mengerikan, sekilas kulihat dia meraba saku jas nya sembari memelukku erat sehingga aku susah bernafas dan....

Brakkkkkkk....

Darah menetes di gaun putihku. Aku merasa melayang jauh dari tubuhku. Kulihat John ambruk tertelungkup didepan mataku dengan tusuk rambut ku tepat mengenai jantungnya.

Matilah kau John, rutuk ku. Aku membalikan tubuhnya dan melihat dibelakang saku jas nya. Hmmm...Hanya surat? Batinku heran.

Edelweis isteriku.
Aku ingin menjawab pertanyaan mengapa aku begitu terburu-buru menikahi mu. Ayahku dahulu adalah seorang ahli botani yang berhasil membuat tanaman menjadi hidup seperti manusia. Tetapi penemuan itu berakhir tragis. Leluhurku mengutuk serum penemuan ayahku. Semua penduduk desa ini akhirnya terinfeksi serum ayahku. Dan bisa kau tebak, semua penduduk desa ini adalah mutan. Bunga edelweis adalah makanan penguat tubuh mereka, maka jangan heran kalau aku melarang mereka menanam bunga itu. Tetapi dengan memakan bunga edelweis yang ditanam oleh tangan seorang yang bernama sama dengan bunga itu, maka kutukan itu akan hilang.

Edelweis ku sayang, Terimakasih telah bersedia menikah denganku dan membantuku menyelamatkan penduduk desa ini.

Suamimu
John Patrick

Aku melolong, apa yang telah kulakukan pada suamiku? Tiba-tiba kudengar suara pintu depan berderit, aku segera beranjak mengintip dari balik pintu kamar. Kulihat Mrs.Brenda dan Kevin menjulurkan lidah panjangnya padaku.

Medan, 25 Juli 2017

TAMAT -


ยท         Kirim cerpen kamu ke Email: jisaafta@gmail.com ( cantumkan akun Fb kamu di email) 



      Penulis: Choliza Nasution